Hari Jadi DKI Jakarta Perlu Diluruskan

Budayawan dan tokoh Betawi H. Ridwan Saidi menekankan perlunya pelurusan sejarah Hari Jadi Kota Jakarta yang pada tahun 1958 ditetapkan jatuh pada tanggal 22 Juni.

“Penetapan tanggal 22 Juni itu keliru. Bagaimana mungkin saat Fatahillah menyerang Jakarta itu diperingati sebagai hari jadi kota ini?” katanya di Jakarta, Selasa. Jakarta pada 22 Juni 2004 memperingati hari ulang tahunnya yang ke-477.

Menurut Ridwan, Fatahillah bisa saja dianggap sebagai pahlawan oleh warga Cirebon, tapi bukan pahlawannya warga Betawi. Fatahillah diminta oleh Kerajaan Cirebon untuk menaklukkan kota Jakarta. Ketika Fatahillah menyerang pelabuhan Jakarta, sejumlah bangunan dan rumah warga Betawi dihancurkan.

Oleh karena itu, lanjutnya, sejumlah warga dan tokoh Betawi kurang berkenan dengan penetapan tanggal 22 Juni sebagai Hari Jadi Jakarta dan mendesak supaya diadakan pelurusan sesuai dengan fakta akurat yang sebenarnya.

“Hari Jadi Ibukota 22 Juni harus diubah, kagak boleh dikeramatkan. Presiden saja bisa diganti, UUD bisa diubah, mengapa sejarah yang salah tidak bisa diluruskan?” ujar mantan pimpinan HMI dan anggota DPR itu.

Ridwan mengatakan, penetapan Hari Jadi Jakarta yang didasarkan pada saat Fatahillah menguasai Pelabuhan Jakarta kurang bisa diterima warga Betawi.

“Fatahillah tidak menemukan Jakarta begitu saja, tapi lewat penyerangan. Ada rumah-rumah warga yang dihancurkan dan waktu itu belum ada keindonesiaan,” katanya menjelaskan, mengapa warga Betawi tidak senang dengan penetapan tanggal 22 Juni sebagai HUT kotanya.

Menurut H. Alwi Shahab, tokoh Betawi penulis buku Robinhood Betawi, saat akan menetapkan Hari Jadi Jakarta tahun 1958 memang sudah ada perdebatan serta pro dan kontra. Waktu itu, katanya, sejarahwan Djajadiningrat dan Sukanto mengusulkan bulan Juni dan ada juga yang menyebut-nyebut bulan Desember. Kemudian disepakati tanggal 22 Juni.

Jika sekarang ada keberatan dan temuan-temuan sejarah baru, Alwi sependapat bahwa sejarah kota Jakarta perlu diluruskan. Caranya dengan mengundang sejumlah sejarawan, tokoh Betawi dan pihak-pihak lain seperti yang dilakukan tahun 1958. “Silahkan duduk bersama,” kata Alwi.

Ridwan menambahkan pelurusan sejarah itu penting menyangkut pendidikan bagi generasi muda. [Tma, Ant]

One thought on “Hari Jadi DKI Jakarta Perlu Diluruskan

  1. Anwar Ashari May 15, 2009 at 4:29 am Reply

    SELAMAT HARI ULANG TAHUN PADA KOTA JAKARTA. By writer of Hajji Book:
    40 Hari Di Tanah Suci.
    Thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: