Istana Bogor 1870

Johannes Rach (1720-1783), seorang serdadu Kompeni (VOC) pada 1780 telah melukis Istana Bogor, berupa dua gedung yang saling berdampingan. Di depannya terdapat sebuah benteng kecil yang dinamakan benteng Pilipina. Di puncak tiangnya berkibar bendera Belanda: merah, putih, biru. Kala itu, benteng yang dijaga oleh garnizun Kompeni, sangat penting karena seringkali menghadapi serangan balatentara Islam dari Kesultanan Banten.Di sebelah kiri dari kedua gedung ini, merupakan tempat kediaman sejumlah gubernur jenderal Hindia Belanda. Di bagian belakang kedua gedung, terdapat Kebun Raya, yang ketika lukisan ini dibuat, belum dibangun. Para petinggi Belanda lebih menyenangi tinggal di Bogor dengan ketinggian 265 meter di atas laut. Belanda menamakannya Buitenzorg (kota tanpa kesibukan), yang memiliki udara sejuk dan bersih ketimbang Batavia.

Istana Boogor pertama dibangun Gubernur Jenderal van Imhoff (1743-1750), tetapi baru berusia dua tahun (1752) dihancurkan ketika terjadi peperangan antara Hindia Belanda dan Kerajaan Islam Banten. Dia juga memiliki perkebunan kopi yang sangat luas di Bogor. Perkebunan ini bernama Buitenzorg, yang kemudian jadi nama kota Bogor. Kota Bogor yang kini berpenduduk 800 ribu jiwa dan kabupatennya empat juta jiwa, pada 1788 di antara 134.348 jiwa penduduk Batavia dan sekitarnya (termasuk Bogor), terdapat 30.520 budak belian dan 13.700 orang bebas dari Bali.

Pada 1809, gubernur jenderal Daendels ketika membangun jalan raya Postweg dari Anyer – Banyuwangi sepanjang 1.000 km lebih banyak tinggal di Bogor. Juga para gubernur jenderal lainnya, lebih menyukai tinggal di Istana Bogor katimbang di Istana Rijswijk (kini Istana Negara). Kala itu, ada pos perhentian antaranya untuk tempat menginap, restoran, dan istirahat kuda. Maklum ketika itu, dengan berkendaraan kuda perjalanan dari Batavia ke Bogor memakan waktu dua hari apalagi kalau di musim hujan. Kampus IPB di Dramaga Bogor, ketika itu terdapat rumah tuan tanah Darmaga yang dimiliki keluarga van Mootman selama lima generasi. Seperti Daendels, dalam perjalanan Jakarta – Bogor keretanya ditarik 32 ekor kuda.

Sampai abad ke-20 di sebelah kanan Istana Bogor, terdapat rumah-rumah besar milik kelompok elite Belanda seperti Gedung Asisten Residen (kini Balaikota), societet (rumah bola), algemeen secretarie (kabinet gubernur jenderal), kediaman pelukis Rd Saleh, dan Hotel Salak yang sebelumnya bernama Hotel Bellevue. Rumah-rumah ini dengan pekarangan luas menghadap kebun istana (kebun manjangan) dan Kebun Raya. Merupakan bagian paling bersih dan indah di seluruh Bogor. Dan wijk (kampung Eropa) inilah yang menyebabkan beberapa penulis Belanda membanggakannya sebagai residen lux seperti Het Loo dan Apel Doorn di Belanda.

Di antara para kepala negara RI, Bung Karno paling kerap tinggal di Istana Bogor. Seringkali dia berada di Bogor dari Jumat sampai Senin pagi. Beberapa kali ia mengadakan sidang kabinet lengkap di Istana Bogor. Beberapa hari setelah terjadi kudeta G30S/PKI, ia mengundang para menteri dan pimpinan parpol ke Bogor. Di Istana yang juga tinggal istrinya Ny Hartini, Bung Karno pada 11 Maret 1966 mengeluarkan Surat Perintah pada Pak Harto yang dikenal dengan sebutan Super Semar. Surat perintah ini diterima melalui tiga perwira tinggi TNI, Jenderal M Yusuf, Jenderal Basuki Rachmat dan Jenderal Amir Machmud. Kini, surat perintah itu lenyap tidak ketahuan rimbanya.

Presiden Soeharto ketika menikahkan dua orang anaknya Tutut dan Sigit perhelatannya di Istana Bogor. Demikian juga Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono saat menikahkan puteranya. Kini, Bogor, bersama Batam dan Bandar Lampung mendapatkan predikat terkotor untuk katagori kota besar. Padahal kota ini pernah menjadi tempat berakhir minggu warga Jakarta untuk melemaskan syarafnya setelah bekerja di Jakarta. Bahkan ketika itu, para pensiunan memilih Bogor untuk cari ketenangan pada sisa hidupnya.

(Alwi Shahab)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: