PSSI Tumbu Ketemu Tutup

Majalah Tempo 02/I 13 Maret 1971. Presiden Suharto menghadiri pertandingan sepak bola PSSI-Frem Denmark di Senayan. PSSI menang lewat gol yang diciptakan Suaib & Kadir. Ada yang menilai karena lawan tak kuat.

DAHULU ada anggota sidang Kongres PSSl jang mengusulkan Presiden Suharto sebagai Ketua top organisasi scpakbola itu. Djoko Ketua Kongres, menganggapnja sebagai penghinaan sementara wakil Djawa Timur jang menggunakan haknja mengusulkan Presiden brranggapan tidak ada orang lain jang dapat menjelamatkan PSSI selain beliau katanja. Peristiwa itu tidak pernah botjor dari tembok-tembok asrama Polisi Tjiputat, tempat dimana Kongres itu dilangsungkan, tapi Presiden rupanja mendengar djuga apa jang terdjadi. Mungkin karena itu pulalah achir-achir ini ia mentjoba mendorong gerobak PSSI dan menghadiri pertandingan jang diselenggarakannja minggu lalu. Kehadiran Presiden di tengah-tengah 60.000 pentjandu bola di Senajan dalam pertandingan Indonesia vs Denmark tjukup besar artinja bagi sedjarah olahraga setidaknja bagi kalangan dalam PSSI sendiri.

Sjahdan acara Rabu sore 3 Maret itu disiapkan dengan terburu-buru. PSSI mengundang Frem Denmark tersebut tidak memiliki data-data tentang kesebelasan tamu itu. “Tjukup baik, hanja di sana-sini masih terdapat kekurangan”, hanja itu keterangan jang bisa diberikan Djamiat. Ini berarti serupa dengan PSSI jang sesungguhnja tidak dapat dinilai baik maupun diketjam buruk. Dari lapangan PSSI sore itu hanja bisa menundjukkan suatu permainan seperti biasanja mereka menghadapi sparing partner (lawan berlatih). Dan ternjata Frem bisa bertingkah sebagai lawan jang baik. Ini ibarat tumbu ketemu tutup. Keduanja mengolah bola sama baiknja dan sama buruknja. Keduanja djuga suka pamer bola tembakan jang lebih banjak melentjeng daripada menudju sasaran.

Abunawas. Dan jang lebih tjelaka lagi Wasit Laturiuw dari Betawi tidak mengatjuhkan pendjaga garis Ridwan Mas jang pada suatu momen mengkonstatir bahwa Kadir, kiri luar PSSI berposisi offside. Peristiwa ini persis seperti jang bisa terdjadi dalam latihan rutin, dimana pemain belakang Frem dengan kebutan pendjaga garis segera mengendurkan permainan sementara Kadir jang terkebut segera membalikkan badannja melepas bola. Karena wasit tidak memprit, beberapa official Indonesia jang duduk-duduk bersila ditepi lapangan sama mengingatkan: “Terus Dir, wasit tidak tahu”. Maka dengan sigap Kadir pun kembali menggiring bola tadi untuk kemudian bertjengkerama sedjenak dengan Curlei Nielsen jang berkesudahan dengan gol digawang pemain Denmark itu. Itu gol tjiptaan Kadir sama manisnja dengan gol jang terdjadi pada menit ke-17 karja Suaib, jang memasukkan kedjala Frem dengan lob-ball abunawas. Ngeri akan gol ketiga jang bisa sadja terdjadi sama manisnja dengan gol-gol sebelumnja, pemain belakang Frem kesenggol bal persis pada tangannja jang gemetar. Maka dengan normal Kadir menghabiskan restan, hingga skore 3-I untuk tuan rumah. Lawan berlatih pilihan PSSI untung sadja tidak mengetjewakan penonton karena terjata bisa dikalahkan. Memilih Frem untuk sekali ini bisa sadja dimaklumi sebagai generator untuk mental PSSI jang tengah mbleret. “Tapi kalau terus-terusan kelas Frem jang didatangkan untuk lawan berlatih, PSSI bisa mimpi bermutu tinggi”, kata seorang tokoh KONI. Orang jang tak mau disebutkan namanja ini tidak memudji semangat bertanding anak-anak PSSl jang sore itu kelihatan bergairah sekali. Mungkin karena ia tahu bahwa semangat jang dipertontonkan mereka sore itu semata-mata karena kehadiran Presiden? Kalau itu benar, saran wakil Djawa Timur di Kongres PSSI jang lalu: tepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: