PRESTASI PSSI SELAMA TAHUN 1971

Tempo 29 Januari 1972. Komentar suporter mengenai prestasi PSSI pada umumnya bernada sumbang: tak ada kemajuan atau malah tanpa target. tapi eks pemain pssi l.h tanoto, mengatakan prestasi pssi pada umumnya baik.MADJU, mundur atau mandeg? Pertanjaan ini tentu sadja dialamatkan pada Pengurus PSSI 1971-1975 jang telah menempuh 1/5 dari masa kerdjanja. Untuk menilai prestasi PSSI (A) selama setahun, Redaktur Olahraga TEMPO menghimpun seluruh skor pertandingan-pertandingan didalam dan diluar negeri jang bersifat turnamen maupun jang persahabatan (lihat box). Sementara merekam djuga suara-suara para suporter PSSI dari jang awam sampai jang kilas tokoh, jang umumnja bernada sumbang: begitu-begitu djuga kalau tidak mau dikatakan sebagai angin-anginan. Tetapi seorang bekas pemain PSSI L.H. Tanoto – jang djarang-djarang melihat PSSI bertanding – berpendapat “pada umumnja baik”. Adakah penilaiannja itu sekadar basa-basi “solidaritas” seorang bekas Kapten Kesebelasan PSSI. Mungkin. Tapi orangpun pertjaja bahwa dengan pernjataannja itu ia tidak mengorbankan sikap sportivitas dan kedjudjurannja. Tjuma, orang ingin bertanja lagi: apa jang akan dikatakan Tanoto andaikata dia lebih sering mengikuti perkembangan Kesebelasan PSSI?

Begitulah kira-kira orang menilai prestasi PSSI–meskipun dengan skornjata sentimen dan emosi ikut pula berbitjara. Tapi membikin moment opname tersebut dari titik-tolak rentjana-kerdja Pengurus cq program pembinaan Panitia Adhoc tertanggal 18 Djuli 1971 di Sirnagalih Tjipajung, agaknja akan kehilangan landasan rasionil. Paling tidak program kerdja jang menjangkut target tahun 1971, 1972 dan 1974 seperti jang termaktub dalam keputusan master-plan Panitia Adhoc tersebut (lihat TEPO, 14 Agustus 1971: Akselerasi Sjarnubi) perlu didjadikan batu udjian.

Stabilitas. Tahun 1971: Adakah Kesebelasan PSSI mempunjai stabilitas’? Menurut ukuran Kesebelasan jang mana dulu? Sedjak Sutjipto, Muljadi, Basri dan urja Lesmana menjatakan “selamat tinggal” dari Kesebelasan PSSI Asian Games VI Bangkok, stabilitas “Zaman Pardedetex” memang terasa timpang.

Masuknja Djunaedy Abdillah mengisi tempat Sutjipto merubah pula langgam barisan penjerang PSSI. Orang masih merindukan pola dan tempo pennainan semasa djajanja bekas Kapten PSSI ini. Ronny Patinasarany dan Suaib Rizal sampai saat ini msih dibawah pasangan Basri dan Surja dengan tjatatan Suaib sih perlu meningkatkan daja tembakannja seperti jang bisa dilakukan Surja. Sementara dipasangnja Andi — menggantikan tempat Waskito — bersama Jacob Sihasale dan ditariknja Iswadi ketengah sebagai penjiasat dan pengumpan menundjukkan usaha Komtek PSSI untuk mentjari alternatif lain disamping barisan penjerang dengan komando Djunaedy. Meskipun Andi Lala, ex-Junior PSSI 1970 belum sreg dalam kerdjasamanja dengan Kadir-Jacob-Iswadi, tapi ia toch mendapat sorotan chusus dari para kritikus. Ia diharapkan dalam waktu singkat dapat menambah pengalamannja dan pandai membatja djalan pertandingan. Kwalitas teknis dan fisik ada pada anak muda ini.

Dibarisan belakang: Dapatkah Mudjiadi dan Mahful mentjapai peil permainan Sunarto? Jopie Leepel jang muntjul semusim lalu tidak mejakinkan penggantinja Sarman Panggabean dapat mendampingi Anwar Udjang seperti pada waktu jang belakangan ini berpasangan dengan Muljadi. Maka orang tetap berharap pada pasangan Anwar-Saleh Rama Daud seperti sediakala. Dalam hal pertahanan ini, menurut sementara penindjau, kelemahannja lebih menondjol dari barisan penjerang PSSI–jang sekalipun telah mengalami sedikit mutasi.

Maka tidak berlebihan djika disimpulkan bahwa stabilitas tahun 1971, bukan sadja relatif – sesuai dengan material pemain jang tersedia — masih dibawah taral permainan PSSI jang berintikan para pemain Pardedetex dulu.

Pre-Olimpik. Tahun 1972: Masuk babak final Olympic Games 1972. Dapatkah dengan material pemain tersebut PSSI melampaui babak pre-Olimpik? Paling tidak orang mengembalikan pertanjaan ini kepada potensi tjalon team pre-Olimpik ini untuk mentjapai bentuk Kesebelasan PSSI 969 itu. Ini berarti dalam waktu singkat–kurang dari dua bulan–mereka harus mentjapai suatu taraf permainan jang diharapkan. Kondisi fisik, seperti komentar Djamiat setelah menindjau SEAP Games di Kuala Lumpur Desember lalu, minimal harus ditjapai 75% diachir Djanuari. Sehingga dibulan Pebruari intensifikasi latihan teknik dan taktik dapat ditjetjer untuk dapat mengembangkan berbagai variasi pola permainan. Ini menurut Djamiat penting, karena kuntji kemenangan Indonesia terhadap Burma – jang lebih matang dalam SEAP Games –banjak tergantung pada “kesabaran didalam membuka pertahanan lawan dan mentjiptakan peluang didaerah penalti”. Kesabaran berarti stamina dan mental bertanding jang tak kenal putus-asa. Pandai mentjiptakan peluang sama dengan inteligensi dan daja improvisasi, meskipun masih harus dipadu dengan kemampuan menggunakan peluang tersebut. Adakah kedua unsur ini pada tjalon team jang tengah dibina?

Riskan. Terlalu riskan untuk memberi djawab jang positif, djika diingat pada minggu ketiga bulaul Djanuari, dari 19 pemain jang dipanggil masuk TC, baru 12 orang jang hadir. Coach fisik Drs. Sukartono memang dapat berbuat banjak terhadap pembinaan fisik perorangan, tapi dengan djumlah pemain sangat terbatas, apa jang mau dibikin untuk meningkatkan kondisi fisik satu team.

Dengan sistim TC sekarang dimana para pemain dihimpun dari berbagai daerah, pembinaan jang kontinue seperti jang direntjanakan dalam program kerdja PSSI sudah barang tentu sulit didjamin kelantjarannja. Pemain-pemain jang menikah, jang dirundung urusan keluarga dan segala matjam kesulitan lainnja jang dialami dikampung halamannja tjukup merampas sebagian konsentrasi mereka.

Take-off. Namun ada titik terang jang dilihat Djamiat dan pengasuh lainnja. Fasilitas pembinaan team jang sebelumnja tak pernah ada pada PSSI, kini dengan muntjulnja Sjarnubi, minimal dapat terpenuhi. Itulah sebabnja Ketua Bidang Teknik PSSI, Djamiat, kurang sependapat untuk mengatakan PSSI mundur, madju atau mandeg. “Jang lebih tepat adalah tetap”, katanja dengan tjatatan “kalau dikatakan mandeg tentu ada sesuatu jang menghalanginja. Pada hal faktor jang menghalanginja adalah faktor diluar kekuasaan kita”. Lalu apa pula jang diharapkan dari situasi sekarang? “Paling tidak dalam keadaan tetap ini kita tahu kondisi landasan kita sekarang dan kita tahu bagaimana untuk melakukan take-off” Meskipun bukan orang tidak tahu, betapapun besar pengaruhnja Komisi Teknik untuk mentjapai tudjuannja, pada achirnja toch lebih banjak tergantung pada Ketua Il Sjarnubi Said – jang belakangan ini berhasil mengambil-alih kekuasaan PSSI (lihat box: Geram Sjarnubi).

*** PRESTASI PSSI SELAMA TAHUN 1971

1. PSSI Freen 3 – 1

**

2. President’s Cup, Seoul. PSSI – Vietnam Selatan 9 – 1 PSSI – Taiwan 2 – 1 PSSI – Korea Selatan 0 – 3 PSSI – Burma 1 – 3 PSSI – Malaysia 4 – 2

**

3. Asian Cup Bangkok PSSI – Hongkong 2 – 1 PSSI – Thailand 1 – 0 PSSI – Brunai 9 – 0 PSSI – Khmer 0 – 2 PSSI – Malaysia 0 – 3

**

4. Anniversary Cup II, Djakarta. PSSI – Singapura 3 – 0 PSSI – Thailand 0 – 0 PSSI – Burma 1 – 1 PSSI – Khmer 1 – 0 PSSI – Malaysia 2 – 1 PSSI – Burma 0 – 1

**

5. Merdeka Games, Kuala Lumpur. PSSI- India 3 – 1 PSSI – Burma 3 – 2 PSSI – Philipina 3 – 1 PSSI – Singapura 4 – 0 PSSI – Hongkong 3 – 0 PSSI – Taiwan 1 – 0 PSSI – Burma 0 – 1

**

6. Pesta Sukan, Singapura. PSSI – India 1 – 2 PSSI – Singapura 2 – 3

**

7. Kings Cup Bangkok PSSI – Malaysia 2 – 0 PSSI – Korea Selatan 0 – 0 PSSI – Thailand 0 – 1 PSSI – Vietnam Selatan 2 – 3

**

8. PSSI – Csepel 2 – 0 PSSI – Csapel 2 – 6

Advertisements

2 thoughts on “PRESTASI PSSI SELAMA TAHUN 1971

  1. perlimula August 7, 2010 at 3:15 pm Reply

    maaf saya ad kritik………….nurut saya lebih baik pssi mencari pemain berbakat di tiap-tiap provpinsi di INDONESIA jangan hanya mengambil pemain dari club club di liga super atau liga indonesia,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  2. Yoga July 23, 2011 at 5:15 am Reply

    Prestasi indonesia cukup baik di aff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: