Pesan Jamiat & Langkah Pertama

Tempo 1April 1972. Dalam pertandingan pra olimpik 1972, PSSI menang 4-0 atas Thailand. Berkat komando dari Binagraha, bahwa PSSI harus menang. Sebelum bertanding, tekanan darah pelatih PSSI, jamiat, sempat makin meningkat.
BARANGKALI pada Senin malam itulah tekanan darah Djamiat mentjapai titik normalnja kembali Karena sedjak keluarnja komando dan Bina Graha bahwa team Pra-Olimpik Indonesia harus menang, tiap hari tekanan darahnja makin meningkat. Terachir 160-95, batas maksimal untuk seorang normal “Tolong you tulis hal itu. Karena ini akan memberikan efek bagi anak-anak dalam menghadapi lawan”, katanja kepada reporter Herry Komar. Apa jang di maksud Djamiat tak lain bahwa pelatih djuga telah melaksanakan apa jang terachir mereka bisa kerdjakan. Bertjerita lah ex pemain Olimpik Indonesia 1966 ini tentang apa jang dilakukan Tony Pogacnik sewaktu membawa kesebelasan Indonesia ke Melbourne. Ketika mereka tahu bahwa Tony berharap sungguh pada anak-anak asuhannja, daja djuang mereka kian meningkat. Diluar dugaan anak-anak Indonesia mampu menahan Uni Sovjet dengan kedudukan 0–0 di hari pertama barulah dihari kedua mereka terpaksa mengakui keunggulan anak asuhan Katchalin.

8 meter. Tampaknja apa jang diharap kan Djamiat jang bertindak sebagai pelatih, difahami oleh team Pra Olimpik Indonesia 1972. Sewaktu berhadapan dengan Thailand dihari pertama Senin 20 Maret mereka bermain tjemerlang. Serangan jang dibuka oleh pemain-pemain Thailand sesaat setelah Sir Stanley Rous Ketua Federasi Sepakbola Internasionai (FIFA) meresmikan turnamen pra Olimpik ini, selalu kandas dikaki Juswardi cs. Sampai pada menit ke–12 ketika Ronny Pattinasarany berhasil membawa bola kedaerah lawan dan kemudian memberi umpan pandjang kepada Jacob, dan itu tidak disia-siakan oleh kanan dalam PSSI ini. Dengan suatu sundulan kepala jang manis, Jacob Sihasale berhasil menggetarkan djala Ochana. Kedudukan mendjadi 1 0 untuk PSSL Dan keadaan tidak berobah sampai turun minum.

Ketika wasit Luk Tat Sun dari Hongkong meniup peluit kembali, pola permainan mendjadi berganti Kini Waskito cs jang membuka serangan kepertahanan Thailand. Barulah pada menit ke–4 benteng lawan jang didjaga ketat itu berhasil ditembus. Iswadi memperoleh peluang jang baik, dan dari djarak 18 meter ia melepaskan suatu tendangan bebas jang keras. Djala anak-anak negeri Sirikit kembali bergetar Angka kemenangan untuk Indonesia berobah mendjadi 2-0.

Kesempatan kembali terbuka bagi PSSI dimenit ke-26, ketika Waskito membuka serangan dari rusuk kiri. Ia mengirim umpan pada Iswadi jang sedan berada didaerah pertahanan Thailand. Dengan suatu sundulan, Iswadi tida membiarkan kesempatan itu berlalu dari sikulit bundar bersarang didjala lawan. Terdjadilah gol ketiga buat PSSI.

Sebelas menit kemudian si “kantjil” Abdul Kadir jang menempati posisi kiri luar tidak mau kalah dengan rekannja si “kantjil jang lain” Iswadi Dengal suatu perhitungan jang tepat, ia melarikan bola menusuk pertahanan Chumpo cs dan langsung berhadapan dengar pendjaga gawang. Tanpa ampun kaki Kadir mengirimkan bola kedalam djala. Setelah gol ke–4 dibiptakan oleh Olah ragawan Terbaik 1972 ini, keadaan jan tak berbalas itu tidak berobah sampai peluit pandjang berbunji.

Suatu langkah kanan dari PSSI telah dimulai, dan debar djantung Djamiat mulai teratur. Namun itu barulah langkah pertama untuk satu djarak perdjalanan jang masih pandjang. Maka bukan mustahil tekanan darah Djamiat masih akan meningkat kembali sampai PSSI menjelesaikan seluruh pertandingannja di Rangoon.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: