Dicari Seorang Psikolog

Tempo 15 April 1972. PSSI Yunior menang 4-0 lawan kesebelasan Azzuri SC dari Australia. langkah pertama para pemain yunior yang dipersiapkan ke Bangkok. mental pemain PSSI yunior dalam menghadapi lawan perlu perhatian.
MILAN Milanovich, pendjaga gawang Azuri SC (Dinelli & Del Basso) di penghudjung Maret jang lalu telah di suguhi 4 bidji “baso Menteng” alias si kulit bundar oleh anak asuhan Suwardi Arland jang dikirim melalui kaki kedalam djalanja. Walau dengan berat hati Milanovich terpaksa djuga memungutnja, karena Tom Carruthers dan Sesto Riber jang bertugas mengawal daerah pertahanan Azzurri tidak berdaja menghalauserangan trio PSSI-Junior Andjas Asmara, Suwendi dan Wibisono.

Kesebelasan tamu dari Australia Barat jang sedang mengadakan perlawatan di Asia mendapat kehormatan untuk membuka serangan, namun mereka tidak berdaja menembus pendjagaan ketat dari Mamid Effendy, Jusuf Bahang dan Makmun. Sehingga sikulit bundar tersebut tidak sampai mendekati daerah penalti, apalagi untuk mengirimnja kedalam djaring PSSI Junior, jang dikawal oleh Rake. Gaja permainan anak-anak negeri Kanguru ini, tidak ada jang luar biasa. Baik kwa teknik penjerangan maupun pertahanan dapat disedjadjarkan dengan klub di Indonesia. Tidak begitu sukar bagi pemain-pemain PSSI jang dipersiapkan untuk kedjuaraan Junior se Asia di Bangkok ini, untuk membuka pertahanan lawan. Pada menit ke-24 Andjas Asmara jang menempati posisi kiri dalam membuka serangan dari rusuk kiri. Bola jang diambilnja kegaris belakang itu, dibawanja sendiri sampai kedaerah terlarang Azzurri Kemudian dengan suatu kerdja sama jang baik, Suwendi jang terkurung diantara pemain lawan berhasil menjarangkan bola kedalam gawang Milanovich Wasit Laturiuw meniup peluit, sembari menundjuk titik putih di tengah lapangan 1-0 untuk tuan rumah.

Lima belas menit setelah itu, kembali si gondrong Andjas membawa bola dari posisi jang sama. Tapi sebelum sampai ketitik sasaran, Dave Brady datang menjergap. Dengan ketjepatan jang luar biasa kaki kirinja mengirimkan umpan melambung kepada Irawan Sukma jang menerobos dari arah kanan, suatu sundulan kepala achirnja menjelesaikan permainan didepan gawang Azzurri tersebut. Dan bola bersarang dipodjok gawang Milan.

Dibabak kedua, permainan kesebelasan tamu kelihatan semakin mengendor akibat udara panas jang menjengat kulit mereka. Handuk-handuk dingin ternjata tidak banjak membantu kesegaran anak asuhan Dovg Stewart ini. Sehingga petundjuk-petundjuk jang diberikannja sewaktu istirahat untuk menahan serangan PSSI Junior, kelihatan tidak memberikan hasil jang lumajan. Begitulah pada menit ke–6 kiri luar Wibisono jang lolos dari pendjagaan Tom Carruthers merobah angka kemenangan mendjadi 3-0. Kekalahan tanpa balas ini diperbesar lagi oleh kepala Suwendi jang mendapat umpan pada menit ke–33 dari Parmin jang menggantikan Irawan Sukma setelah djedah. Sampai bubaran, keadaan tersebut tidak berobah lagi: 4-0 untuk tuan rumah.

Belum matang. Ini adalah langkah pertama bagi pemain-pemain Junior jang dipersiapkan untuk ke Bangkok nanti. Apakah mereka akan mengalami nasib jang sama, seperti jang dialami kakak-kakaknja di Birma – masih suatu tanda tanja. Tampaknja Suwardi Arland perlu bekerdja lebih keras lagi untuk tidak mengulangi tragedi Rangoon, karena Ketua PSSI Kosasih Purwanegara jang sore itu hadir melihat pemain-pemain muda ini menjampaikan kepada TEMPO “Permainan mereka sudah tjukup baik. Tapi masih belum matang” Dan apa jang perlu dimatangkan oleh anak-anak PSSI Junior ini adalah kwalitas teknik dalam bentuk team. Walau setjara perseorangan, rata-rata mereka mempunjai kemampuan Jang tinggi – namun itu belum merupa kan djaminan kekompakan untuk suatu kesebelasan.

Melihat pengalaman jang sudah-sudah, ada satu hal jang perlu diperhatikan oleh pengurus PSSI jang konon selama ini kurang mendapat perhatian. Jaitu masalah mental pemain dalam menghadapi lawan. Sebab kebanjakan pemain-pemain kita sebelum bertanding telah menganggap lawan itu tidak bisa dikalahkan – dan setjara sugestif ini akan membantu kedudukan lawan. Kalau masalah ini tidak teratasi keadaan jang akan di alami oleh PSSI Junior ini tidak akan lebih baik daripada apa jang ditjapai kakak-kakaknja. Penguasaan kwa teknik sadja tidak akan memberikan hasil jang diharapkan djika hal tersebut tidak di gandengkan dengan kwa mental pemain Biarpun pelatih Azzurri Dovg Stewart menjatakan sore itu: “PSSI is a good team” namun itu belum merupakan djaminan mereka akan bermain baik pula di Bangkok. Situasi main kandang sendiri berbeda dengan main dikandang orang. Dan untuk menganalisa soal itu. jang perlu ditjari PSS1 barangkali adalah seorang psikolog.

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: