Cinta Minus Air Mata

Tempo 18 Nopember 1972. Y Suhary dan Ty Sutono masing-masing diganjar 20 tahun penjara karena telah bekerja sama dengan organisasi PKI. Sutomo mencuri senjata di gudang Yon II KKO Cilandak dan mengirim lewat Suhary ke Klaten.
DALIH atau bukan tapi dua eks prajurit KKO yang pada akhir oktober kemarin diganjar masing-masing 20 tahun, punya motif sangat pribadi yang menyebabkan mereka terlibat dalam peristiwa kenegaraan yang besar Y Suhary dan YT Sutomo, demikian kedua bekas tamtama itu, selesai ambil bagian mengganyang Malaysia di daerah perbatasan dahulu, langsung kembali ke kota mereka, Klaten Namun sambutan terhadap para pahlawan ini rupanya sangat tidak menggembirakan Suhary (6 tahun) tidak disambut kekasihnya, Sukatri sebab Sukatri sudah mendekam dalam tahanan tapol karena terlibat G 30 S/PKI Dan lebih malang lagi Sutomo (28 tahun 4 anggota keluarganya habis terbu dalam peristiwa tersebut, karena merekapun aktivis-aktivis PKI.

Suasana hitam demikian tak pelak menimbulkan dendam menyala, terutama di dada Sutomo yang bidan itu di saat begitu ia ketemu Suhary Yang terakhir ini kebetulan sedang mengemban suatu tugas dari seorang bernama Tasno, kakak pacarnya. Tasno menanjikan masa depan yang baik bagi Suhary yaitu hidup bahagia bersama Sukatri. Untuk itu, dia harus membantu mensupply senjata bagi Tasno dalam kedudukannya sebagai pemimpin gerakan Perjuta Klaten. Dan pertemuan antara kedua prajurit yang sedang mempunyai dasar persoalan yang bersiiat pribadi itu diperhatikan dengan cermat oleh Tasno. Maka kepada Sutomo Tasno pun tak segan-segan menjanjikan akan membantu menyalurkan dendam yang menyala di dada, asal Sutomo mau membantu mengusahakan senjata bagi gerakannya Baik Suhary yang diamuk cinta maupun Sutomo yang dirundung dendam menyanggupi permintaan Tasno.

Ban di tembok. Selesai perundingan keduanya kembali ke Kesatrian KKO di Cilandak – untuk segera memulai tugas yang diberikan tokoh PKI malam itu Sutomo tidak sulit mencari senjata yang kemudian mengirimkannya ke Klaten lewat Suhary. Di sana kemudian diserahkan kepada Sukatri, yang kebetulan telah dibebaskan dari tahanan. Dari Sukatri baru sampai ke Tasno Dari sini senjata-senjata dikirim ke anggota PKI yang bergerak sebagai gerilya di lereng gunung Merapi.

Demikian berturut-turut dengan melalui setumpukan ban di tembok gudang senjata Yon II KKO Cilandak, Sutomo berhasil masuk gudang melalui genting. Hasilnya: 20 granat pada bulan Januari 1968 berhasil diboyong Suhary ke Klaten. Kepada Tasno, Sutomo sempat berpesan, agar dendamnya bisa betul-betul dibalaskan. Tasno konon menjawab: dendam akan segera terbalas, asal ditingkatkan terus pengiriman senjata. Dan bulan Mei berikutnya berhasil diselundupkan granat, amunisi, senapaan dan pistol ke kota- kecil itu. Hingga akhirnya pada Maret 1969, saat mereka tertangkap, sudah ada 99 ganat tangan, 3 pucuk senapan CKC dan amunisi serta sepucuk pistol di tangan 3 regu gerilyawan Perjuta yang, tergabung dalam Kompro Merapi. Dan senjata-senjata itu telah terbukti dipakah dalam gerakan gerakan untuk menghidupkan kembali PKI, Misalnya saksi Tuwijan telah menyelamatkan diri -dari grebegan dengan melemparkan granat yang diperoleh dari kedua terdakwa sementara Gurkha dan Tentrem juga mengaku bahwa mereka sukses menyelamatkan diri – pada ketika ruba-ruba mereka digrebeg, berkat granat tangan basil supplv kedua terdakwa.

Bermata dua. “Kesimpulannya”, ujar Hakim Ketua Mayor Laut Soediono SH, “untuk tujuan mereka, mereka telah menghalalkan segala macam cara”, Dan lebih jelas dikatakan Ketua yang membacakan vonisnya dengan terperinci itu: “Karena soap cinta kepada kekasih dan keluarga, 99 granat dan 3 CKC diberikan kepada PKI”. Menurut ahli senjata, demikian dikatakan hakim, granat adalah senjata yang punya sasaran lebar sehingga dapat mengakibatkan korban yang banyak. “Lebih banyak dari dendam dan kecintaan”, serunya. Dan, dengan nada sedikit mengharukan, Hakim Ketua melanjutkan: “Memang cinta bermata dua. Mengawal, atau dipenggal”. Iltulah sebabnya berdasarkan fakta-fakta dan didukung 21 saksi – hakim berkeyakinan bahwa kedua terdakwa yang masih muda itu, biarpun tidak terbukti menjadi anggota PKI, telah bekerjasama dengan organisasi PKI malam. Dengan standar hukum, mereka tergolong pelanggar fasal-fasal 110 (2) ke 3 jo.108 (1) ke 1 jo,55 KUHP jo,fasal 1 (1) ke 1 b dan 2 UU No. 11 Pnps 1963 yang dihubungkan dengan fasal 2 UU No. 5 Pnps 1959. Kemudian beberapa hukuman tambahan. Misalnya dicabut bintang jasa dan hak memasuki ABRI (dan hukuman bersifat segera masuk).

Sedang penasehat hukum terdakwa dalam kesempatan sidang sebelumnya mengatakan, bahwa kedua terdakwa tak dapat diadili karena mereka bukan anggota organisasi terlarang semacam PKI, bukan pula anggota PKI “yang” malam. Menurut penasehat hukum Johan Sutikno SH (sipil) ini, kesalahan terdakwa memberikan alat-alat perang kepada PKI maalam, hanya terdorong perasaan dendam semata-mata. Dus bukan karena ideologi atau politik. Namun dalil pembela ini ditolak majelis hakim. Berdasarkan ‘fasal-fasal tuduhan, kata Hakim Ketua, yang dituduhkan bukan delik materiil (motif apa yang mendorong) tapi motif formil, yakni perbuatan yang tak perlu menunggu akibatnya.

Buaya. Namun demikian, kedua terdakwa bukan tidak menyesal dan bahkan sempat mengeluaikan air mata yang menurut Hakim Ketua: “Air mata” mereka bukan air mata buaya”: Artinya, hakim memaklumi juga makna air coati: itu, sebagai penyesalan. Dan itu tak lepas dari pertimbangan hakim sebagai hal yang meringankan hukuman yang: bakal mendera keduanya.

Advertisements

2 thoughts on “Cinta Minus Air Mata

  1. budayalokal September 12, 2012 at 4:50 am Reply

    maaf, tulisan ini penulisnya siapa? dan juga sumbernya dari mana?

    • indrajabrix September 12, 2012 at 5:23 am Reply

      Tertulis Majalah tempo Pak, diambil dari arsip majalah tempo. Tapi kalau sumber beritanya, tentunya Majalah Tempo yang paling tahu…thanks for respon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: