Dua Masalah Endang

Endang+WitarsaTempo 27 Januari 1973. Endang Witarsa ingin membahas masalah prestasi PSSI dengan para wartawan. ia menilai daya tahan pemain PSSI sangat minim. Endang juga mengkritik dokter yang menangani PSSI malas.

TULIS, saya akan pukul Australia! tantang Endang pada seorang wartawan yang sedang menyaksikan PSSI A berlatih. Apa yang harus ditulis? Jika ucapan yang klise itu cuma slogan untuk konsumsi menghibur diri dan pimpinan PSSI. Tapi tentunya yang perlu ditulis, bahwa Coach PSSI A ini takkan rnemukul lawan dengan kata-kata. Ia kini sedang sibuk mempersiapkan anak-buahnya menempuh babak kwalifikasi. Kejuaraan Dunia di Australia bulan Maret yang akan datang. “Saya ingin para wartawan ikut membahas masalahnya secara ilmiah”, kata Endang meraih simpati. Dan apa yang dikatakan masalah itu agaknya masih membutuhkan spesialisasi wartawan olahraga untuk mebahasnya. “Pertama, mengapa pada umumnya prestasi PSSI dalam suatu turnamen?” Memang percuma andaikata PSSI bisa mengaahkan Australia, tapi tidak berhasil memukul Irak dan Selandia Baru di babak kwalifikasi nanti. Maka iapun melihat prestasi para pemain PSSI dari segi daya tahan selama turnamen berlangsung. Dan untuk memupuk ketahanan yang memungkinkan menanjaknya prestasi seperti team Burma misalnya, ia berkesimpulan bahwa deposito tenaga pada pemain amat minim. Sekali bertanding terkuraslah semua endapan, sehingga dalam pertandingan berikutnya bukan saja mereka tidak mampu meningkatkan diri, malahan untuk bertahan dalam kondisi semula saja tidak bisa. Malas. Dan untuk mengatasi problim ini, agaknya Endang lebih percaya pada advis wartawan dari pada dokter PSSI yang ditugaskan merawat para pemain. “Saya terus terang mengatakan bahwa dokter PSSI malas”, kata Endang menunjuk salah seorang dokter yang pernah ditugaskan merawat team PSSI A. Betulkah dokter yang malas ataukah advis dan program perawatannya yang tidak bisa diterima sang pelatih? Inilah soalnya, di samping kenyataan bahwa beberapa pemain senior PSSI telah menunjuk kan gejala-gejala MPP. Mcskipun kemudian terhadap alasan yang terakhir ini dibantah spontan oleh dokter gigi yang lebih banyak berpraktek di lapangan hijau. “Mereka masih dapat ditingkatkan”. Dan untuk keyakinan yang terakhir ini kerjasama dengan seorang dokter olahraga (sepakbola) agaknya jalan yang paling selamat. Andjas dan Sutan. “Kedua”, sambung sang pelatih, “bagaimana kita bisa memiliki streltgth it depth”. Maksudnya “kekualan ke dalam” yang merata di antara pemain inti dan cadangan. Sebab menurut Endang, sering kali terjadi, jika seorang pemain inti cedera, cadangan yang mengganti kan kurang dapat memelihara homogenitas kesebelasan yang sedang bertanding. Itulah mengapa dia bersikeras untuk menarik Andjas Mara dan Sutan Harahara dari PSSI Junior. Kedua pemain asal dari Jayakarta ini konon dalam minggu ini juga menggabung kan diri ke dalam TC di Halim Perdanakusumah — meskipun dengan begitu tidak berarti usaha mengurangi perbedaan kwalitas antara pemain inti dan cadangan menjadi beres dengan sendirinya. Apalagi masllkllya Andjas dan Sulan berbeda benar dengan masuknya Widodo dan Jauhari misdl nya. Ada issue yartg mendahuluinya. Tapi agaknya friksi antara Endang Witarsa dan kedua pemain Persija ini tidak sejelek desas-desus yang beredar di luar TC, meskipun jelas dengan latar-belakangan tersebut, baik dari fihak pengasuh, pemain senior maupun Andjas dan Sutan dituntut toleransi dan pengertian timbal balik. Problim meningkatkan kekuatan ke dalam seperti yang dibutuhkan team A ini nampaknya mempunyai warna dan perspektif sendiri. Dan itu pasti ditentukan oleh kalangan PSSI sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: