“begitulah kemampuan kita” (Piala Universarry 1974)

Tempo 15 Juni 1974. JALAN bagi team Indonesia untuk meraih Piala Anniversary dalam turnamen JAFT memang telah kelihatan berkerikil, ketika pada pertandingan pembukaan melawan kesebelasan Birma.
1 Juni lalu Maung Aye Maung dan kawan-kawan menang 4-2 atas tuan rumah. Harapan itu kian menipis lagi sewaktu pemain-pemain Tanah Semenanjung menahan laju trio Waskito-Kadir-Risdianto 3-3 menjelang jedah dalam pertandingan hari keempat. Kalau saja keberuntungan itu tidak lahir dari kepala kiri luar Abdul Kadir pada menit ke 25 babak kedua, kesebelasan Indonesia hampir dipastikan akan tergeser ke tempat ketiga di bawah urutan Malaysia. “Sebetulnya team Indonesia bisa menjadi juara, kalau saja mereka bermain kompak. Karena secara individu mereka kelihatan lebih menonjol dari kesebelasan lain”, komentar pelatih kesebelasan Jepang Yoshiki Nakamura kepada Herry Komar dari TEMPO selepas pertandingan Indonesia-Birma. Tidak Berbuat Banyak Kritik yang dilontarkan Nakamura ini memang langsung mengena jantung persoalan yang dihadapi anak-anak Indonesia. Karena dari 4 kali pertandingan pemain yang menonjol dari PSSI terlihat hanya barisan depan semata. Dan itu pun terbatas pada kebolehan pemain sayap Kadir dan Waskito. Sementara Risdianto hanya sekali-sekali saja memperlihat ketrampilannya. Akan gelandang-bebas Nobon yang gemilang ketika melayani kesebelasan Piala Dunia Uruguay tempo hari nampaknya kuran memenuhi harapan dalam membantu meringankan tugas penghubung Ronny Pattynasarany dan Anjas Asmara maupun barisan belakang yang dimotori oleh Anwar Ujang. Bahkan sewaktu mencoba menempati posisi penyerang tengah Nobon juga tak dapat berbuat bayak. Ia tampak lebih sering turun ke belakang daripada menggebrak daerah pertahanan lawan. Sementara itu rekan Nobon yang bertugas di lini tengah baik itu Subodro maupun Baco Achmad pun ikut-ikutan telbawa oleh arus permainan lawan. Kecuali pada pertandingan hari kedua ketika menghadapi kesebelasan Korea, Baco Achmad memperlihatkan permainan yang hidup. Tapi kebolehan pemain asal Ujung Pandang ini menjadi ciut lagi dalam membendung serangan kanan luar Ishii maupun penyerang tengah Nakayama dalam menghadapi anak-anak negeri Matahari Terbit, Minggu malam yang lalu. Di garis pertahanan belakang baik back kanan Sutan Harhara maupun back kiri Rusdi Bahalwan yang menjadi andalan terakhir dari kiper Ronny Pasla dan Judo Hadiyanto, setiap kali turun ke lapangan hampir selalu kehilangan pegangan. Gol yang menjaring ke gawang Ronny Pasla hampir separohnya akibat ketidak-rapian Sutan Harhara menutup posisi. Karena pemain ini terlalu sering menerobos jauh ke daerah lawan dan kurang cepat untuk saling berpacu dengan pemain kiri luar lawan yang sudah mengambil ancang-ancang di garis batas lapangan permainan. Tembakan Mendatar Dan kelemahan Sutan kian tampaksewaktu ia ditugas menggantikan posisi Rusdi Bahalwan yang digantikan oleh Muryanto dalam babak kedua Indonesia-Korea. Permainan yang sama bahkan mungkin lebih lemah — juga diperlihatkan Muryanto. Untunglah saat masuknya Muryanto kesebelasan Indonesia sudah mengungguli pemain Korea ini 2-0. Tapi hal ini bukan tak merepotkan tugas Oyong Lia ketika kiri luar Lee Chong Yul memperkecil kekalahan menjadi 2-1, tiga belas menit menjelang peluit panjang berbunyi. Serangan balasan yang kian menggebu dari Chong Yul dan kawan-kawan terpaksa disapu habis saja yang kadangkala malah tanpa perhitungan sama sekali. Ronny Pasla yang turun pada pertandingan pertarna dan kedua serta setengah main dalam pertandingan ketiga, pada turnamen kali ini ketrampilannya menyelamatkan gawang luput pula lantaran kebolehan lawan mengenal kelemahannya. Gol-gol bersarang di jaringnya rata-rata akibat tembakan mendatar yang merupakan titik kekurangan Ronny Pasla. Ketidak-berhasilan kesebelasan Indonesia untuk meraih Piala Anniversary ini dikomentari oleh team manager Erwin Baharuddin dengan segala kerendah-hatian: “Anak-anak telah berusaha sebaik mungkin, tapi ya begitulah kemampuan kita”. Kalau memang begitu ya sudahlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: