Tendangan Eksekusi Andi

Tempo 13 September 1975. JACOB Sihasale melangkah gontai menuju titik putih. Kepalanya dibalut perban. Akibat cedera yang dideritanya ketika berebut bola di area pertahanan kesebelasan Jayakarta.
Dalam kondisi fisik dan mental yang tak prima itu. ia terpilih untuk melakukan eksekusi setelah team Assyabaab tak berdaya menahan kedudukan seri. Sekalipun pertaningan telah mengalami perpanjangan waktu (2 x 15 menit), dan berbagi 5 kali tendangan penalti. Tanpa mengutik-utik posisi bola yang ditempatkan wasit, Jacob melirik sebentar kepada kiper Sudarno yang telah memasang kuda-kuda di bawah mistar. Mencoba memperdayakan lawan dengan menyilangkan bola ke sisi kanan, tapi lantaran tembakannya begitu pelan niat Jacob. dengan mudah ditebak kiper. Sudarno begitu gampang dapat menjinakkan tendangan Jacob. Kewajiban Baru Dalam situasi dicekam ketegangan itu, tiba giliran kiri luar Jayakarta, Andi Lala untuk melakukan pembalasan, Berbeda dengan gaya Jacob Sihasale, ia menusuk bagian atas gawang dengan tajam tanpa terjangkau oleh kiper Suharsoyo. Dan Andi sekaligus memutuskan harapan kesebelasan Assyabaab untuk memenangkan turnamen antar klub PSSI. “Jayakarta memang lebih baik, dan lebih mujur dari kami”, ujar Mohamad Barmen, Ketua Klub Assyabaab selepas pertandingan dengan wajah sedih. Jayakarta bukan hanya menang mujur atas faktor nasib semata, namun lebih banyak ditopang oleh pengaturan strategi dalam penunjukan juru tembak. Seandainya Assyabaab tidak membebankan harapan itu pada Jacob, tapi pada Nyoman Witarsa atau pemain sisa lainnya, mungkin kemalangan yang merundung mereka akan berubah corak. Mengingat mereka berada dalam keuntungan mental setelah mereka dikalahkan 2- l oleh musuh yang sama di babak awal. Secara psikologis mereka tidak dirongrong oleh beban kemenangan. Memulai serangan di atas lapangan yang basah dan licin, peluang untuk menuntut balas itu sebetulnya telah dibuka oleh Assyabaab melalui kaki Waskito, dan Abdul Kadir. Dua gol telah mereka sarangkan pada saat pertandingan baru berjalan 18 menit. Dalam posisi di atas angin itu, Assyabaab telah membuat keteledoran dengan sengaja lantaran berhasrat untuk mempertahankan angka kemenangan sampai di akhir pertandingan. Serangan yang dibangun Hartono dari lapangan tengah, penyelesaiannya tidak lagr sepenuhnya dibebankan pada trio Waskito-Jacob-Kadir. Tapi lebih banyak ditugaskan atas kebolehan 2 pemain sayap, Waskito, dan Kadir. Sementara Jacob Sihasale mendapat kewajiban baru, memperkuat barisan pertahanan. Dongkol Taktik itu semula memang kelihatan menguntungkan. Beberapa kali serangan Jayakarta yang diatur Anjas Asmara kandas dalam perjalanan. Namun hal itu tidak mengendorkan semangat Jayakarta. Menjelang jedah, jerih payah mereka mulai terobati. Ketika Andi Lala berhasil menjebolkan gawang Suharsoyo dari operan Jopie Saununu yang tak terjinakkan oleh back kanan, Hamid Asnan. Lepas istirahat, – selisih 1 gol untuk Assyabaab segera disamakan oleh penyerang tengah Jayakarta, Taufik Saleh dengan menyundul keras tendangan yang dikirimkan Sofyan Hadi dar rusuk kanan. Tanpa tersentuh oleh Suharsoyo. Melihat kenyataan pahit itu, Abdul Kadir cs segera melancarkan prates pada penjaga garis, dan minta gol itu dianulir dengan alasan Taufik berdiri dalam posisi off side. Namun permintaan sania sekali tidak dilayani oleh wasit Kosasih cs. Karena ia begitu yakin akan pengamatan pembantunya. Kenyataan itu menimbulkan kedongkolan bagi pemain Assyabaab. Dan menyebabkan konsentrasi mereka mulai terbagi. Dalam kedudukan angka sama itu, Assyabaab menyadari kekeliruan yang mereka perbuat. Jacob kembali dimutasikan pada tugas semula. Tapi sudah terlambat. Kondisi fisiknya tak mampu lagi menopang kebolehannya dalam melakukan gebrakan-gebrakan yang tak terduga. Begitu pula dengan beberapa rekannya yang lain. “Dalam soal stamina terus terang saya akui, anak-anak Jayakarta lebih baik”, komentar Barmen. Yahud Penilaian itu tidak meleset. Dan kelebihan itulah yang menunjang kepercayaan pada diri Anjas Asmara cs. Dalam kedudukan imbang itu permainan mereka tampak makin cantik. Kerja sama di segala sektor kian hidup dan rapi. Sutan Harhara yang semula kelihatan “beringas” mematikan kendali permainan AbduI Kadir. mulai lagi berhati-hati memtahkan serangan lawan. Juga back kiri. Machful Umar. Sekalipun gol pertama untuk Assyabaab terjadi lantaran kelalaiannya, tidak berlebihan bila puji diberikan pada bebas pemain PSSI ini. Sebab ia masih cukup terampil memotong gerakan Wakito atau Mohamad Zein. Di samping ia juga memberikan andil dalam membangun serangan dari sisi kiri dan tak kalah artinya dengan tugas Anjas sebagai penghubung. Pemain lain yang pantas diperhatikan adalah Taufik Saleh. Ketrampilannya sebagai ujung tombak makin menemui bentuk. Ia tahu persis pada posisi mana tenaganya dibutuhkan team. Selain itu sundulan kepalanya pun yahud, hampir sama baiknya dengan kedua kakinya. Di barisan Assyabaab, kebolehan yang memukau itu adalah milik kiri dalam, Hartono. Beban penghubung yang dipikulnya dilaksanakannya dengan baik. Umpan–umpannya menusuk tajam daerah pertahanan musuh dan membahayakan. Tanpa dirinya, kelincahan Kadir atau Waskito mungkin tak akan berarti banyak dalam merepotkan lawan. Tak mengherankan bila untuk menjaga Hartono, Jayakarta memerlukan tenaga ganda dibanding untuk memandulkan permainan Kadir. Jacob atau Waskito. Lepas dari pcrsoalan Assyabaab kalah, dan Jayakarta menang, permainan kedua klub ini pantas untuk diteladani klub-klub lain. Di samping enak buat ditonton, mereka telah menanamkan suatu semangat kompetisi yang sehat dalam dunia sepakbola Indonesia. Meskipun mereka terlibat dalam permainan keras, tapi masing-masing fihak masih bisa mengendalikan emosi untuk tidak bermain kasar. Suatu hal yang sering mewarnai pertandingan antara kesebelasan yang bersaingan, selama ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: