Bumper Sang Juara : All England 1973

Tempo 05/III 07 April 1973 . Dalam kejuaraan All England 1973, Rudi Hartono keluar sebagai juara. konon berkat Cun Cun yang menja di bumper. keluar sebagai juara dalam partai ganda adalah Christina/Ade Chandra.

ADAKAH prestasi Rudy di All England 1973 merupakan awal dari akhirnya supremasi PBSI di arena bulutangkis dunia? Lekuk-liku dan rintangan yang dialami team Indonesia dalam pedalanan Paris-Oberhausen boleh juga dijadikan aIasan untuk. menolak kesan semacam itu. Konon perjalanan yang melelahkan itu telah menyadap vilalitas fisik para anggota team yang telah digembleng dengan seksama menjelang keberangkatannya. Kepada pers Rudy menekankan bahwa kesulitan, peda1anan yang menimpa team Indonesia justru membuat prestasinya terasa lebih gemilang. Dan dengan penuh kedewasaan is pun menolak’alasan bahwa kekalahannya terhadap Sture Johnson adalah untuk memberi peluang kepada rekannya Tjuntjun untuk keluar sebagai juara Jerman Barat. Musibah. Tentu saja, pernyataan itu dapat diterima, meski tidak dengan sendirinya menghapuskan keraguan akan prestasinya di balik angka. Mulyadi veteran yang terpencil sendiri di luar ruang VIP mempunyai versi sendiri. Di sarnping musibah pedalanan Paris Oberhausen, ia menilai “permainan Rudy mengkuatirkan”. Bukaii saja karena kondisi fisik Rudy – yang diukur dari kemampuannya berlari 3000 meter di bawah 12 menit – telah susut begitu rupa. Terutama dari kemajuan pemainpemain seperti Stdre Johnson, Fleming Delfs dan Elo Hansen. “Apalagi bertanding di udara dingin prestasi pemain Barat di negeri panas jangan diladikan ukuran”. Tapi rupanya untuk menngatasi hambatan-hambatan tersebut, undian turnamen masih memberi jalan keluar. “Harus diakui”, ujar Siregar Sekjen KONI yang juga hadir dalam upacara penyambutan, “bahwa kemenangan Rudy berkat adanya bumper”. Bumper atau pawang – istilah lain dari kalangan bulutangkis – kenyataannya memang Tjuntjun berhasil menyisihkan Fleming Delfs dan Sture Johnson. Sementara Christian memanfaatkan bakat single-nya untuk menutup peluang Wolfgang Bochow dan berikutnya membebaskan Rudy untuk membuat revans terhadap Svend Pri. Dan kalau Rudy beranggapan prestasinya tahun ini lebih gemilang barangkali berkaitan pula dengan prestasi kedua rekannya itu: dalam sejarah PBSI baru kali ini tiga pemain nya bergunjing di semi-final. Logika SD. Akan partai gams,: Christian/Ade Chandra yang berhadapan di final dengan rekannya Tjuntjun/Johan Wahyudi logika anak sekolah dasarpun cukup kena. “Kalau kemudinya sudah mogok, mana bisa jalan”, kata Ridwan pada TEMPO seraya menjelaskan bahwa kepayahan Tjuntjun akibat pertandingan-pertandingan sebelumnya praktis membikin Johan tak berperan. Di bagian puteri, Indonesia masih jauh dari emansipasi. Meskipun stamina bertambah, tapi “kedua pemain Inggeris memang hebat pukulannya” – kata Intan. Gilks yang nyonya dan Beck yang nona dinilai jauh lebih baik dalam strokes dari Takenaka dan Yuki sekalipun. Tercapainya target PBSI dalam Turnamen All England ke-63 memang patut disambut Sudirman dengan sikap “tidak takabur”. Sebab dalam menilai kebolehan Rudy dari serangkaian turnamen yang sampingan dan inti, agaknya, masih terbenam misteri yang perlu digali. Seperti sudah menjadi rahasia umum bahwa sukses Rudy dalam bulutangkis, lebih banyak dipengaruhi oleh faktor pribadi dari pada faktor lainnya. Mawar Merah. Keluhannya terhadap pembinaan di TC menjelang keberangkatan team ke Eropa agaknya membebankan dia dengan bekal frustrasi. Untuk mendalami hal-hal yang lebih pribadi, barangkali prang, perlu mengintai gerak gerik si nona berbaju ungu dengan sekunturn mawar merah yang telah layu. Kepada reporter Renville Almatsitr, Jane. Anwar – si nona ayu dari Kota Kembang – melontarkan katakata sebagai pembuka selaput rahasia. “Lebih dari 10 kali Rudy menyurati saya selama kepergiannya, meski saya hanya sempat membalas dua kali”, kata Jane dengan tenang di tengah keramaian suporter PBSI merayakan kejuaraan yang diboyong Rudy dan Christian/Ade. Dan orang pun mafhum akan kegairahan Rudy yang mengecup pipi sang pacar bertubitubi, meski nyaris menyentuh bibir Jane yang lembab. Untuk ke-7 kali bagaimana? “Saya akan mempertahankan tahun depan kalau ada kesempatan”, kata Rudy di hadapan penyambutnya, Itu setahun lagi. Yang mendesak adalah -mempertahankan Thomas Cup. Prestasinya yang mencemaskan baru-baru ini belum menggoyahkan keyakinan orang akan potensi Rudy untuk menyumbang 4 angka kemenangan bagi regu Thomas Cup Indonesia. Yang dikuatirkan adalah suasana jenuh nampaknya menghinggapi diri Rudy. Adakah ia tergoda untuk mengejar mahligai rumah tangga lebih dari singgasana seorang dara” Orang pun yakin, Rudy akan jaya alam keduanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: