Lamaran Darmadi

Tempo 2 Desember 1972. Darmadi juara tunggal indonesia 1969, telah menggantung raketnya & mengganti dengan kemudi pesawat f-28 garuda. berkeinginan memperkuat regu piala thomas 1973, walaupun hanya menjadi sparring partner.

NIATNJA hanya satu: Ingin memperkuat regu Piala Thomas Indonesia 1973. Tapi belakangan ini raketnya sudah digantung dan diganti dengan kemudi pesawat F-28 Garuda. Itulah yang meragukan orang terhadap niat Darmadi itu. Meskipun demikian putera kelahiran Solo ini mempunyai reputasi historis: Juara Tunggal Indonesia 1969 dan pernah menjadi tunggal ke-3 dalam regu Thomas Cup Indonesia 1970 yang berhasil memulihkan supremasi dunia bulutangkis beregu Indonesia atas putera-putera Malaysia. Tapi maklum pula keraguan orang banyak akan kelemahan dirinya, dengan cepat Darmadi mengalas kata: “Paling kurang saya bisa dijadikan sparring partner buat mereka”.Mengingat pemain-pemain yang sekarang di-TC-kan adalah rekan-rekannya yang lalu, rasanya kemampuan Darmadi tidak akan kalah dari mereka. Dengan pengecualian untuk Rudy, Tjun Tjun, Iie, Muljadi (?), dan Christian karena nama-nama itu adalah pemain-pemain tunggal yang punya potensi meyakinkan untuk saat ini. Darmadi bagaimanapun masih lebih bisa diandalkan dibandingkan dengan Djaliteng atau Amril. “Dalam jangka 3 bulan dengan suatu latihan yang serius Darmadi akan lebih baik dari Amril dan Djaliteng”, berkata seorang tokoh bulutangkis nasional kepada TEMPO.

Tender. Adakah PBSI bisa memanfaatkan Darmadi kini? Di sinilah Pengurus Besar dihadapkan pada suatu dilema. Memilih Darmadi berarti akan mengundang protes dari cabang-cabang, karena nama ini tidak mengikuti seleksi nasional yang diadakan untuk TC Thomas Cup. Tidak memilih, orang ini mungkin masih bisa berguna. Karena itulah barangkali Sudirman tidak mau memberi kata pasti pada Darmadi sewaktu ia menyampaikan maksudnya. Seperti yang diceritakan kembali kepada TEMPO, Darmadi hanya mendapat jawaban: “Nantilah”.

Keinginan Darmadi memang tak tanggung-tanggung. Ia – bersedia meninggalkan pekerjaannya untuk sementara dan ikut mondok di Senayan. Tentang apakah ia akan diizinkan oleh Direksi GIA, Darmadi menjawab: “Kalau PBSI mengajukan permintaan untuk memakai tenaga saya pada Garuda, saya kira fihak Direksi akan mengizinkannya”. Hasrat Darmadi itu didukung oleh kenyataan bahwa mempertahankan Piala Thomas ini adalah tugas nasional yang patut mendapat bantuan.

Tentu saja yang jadi soal kemudian adalah masalah biaya tambahan. Barangkali di sinilah keberatan Pengurus, karena kas organisasi yang tak pernah berlebihan harus akan dikuras lagi. Siapakah yang diharapkan akan membantu, sementara yang disebut “Bapak Angkat” hanya sekadar nama? Agaknya perlu di buka tender donatur, agar yang berkepentingan sama-sama mencapai maksudnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: