Mereka harus menjalani seleksi dulu

Tempo 15 Februari 1972. Christian kecewa. oleh pelatihnya, Sukartono, Christian dan Ade Chandra dijanjikan akan dikirim mengikuti kejuaraan All England 1972 di London. masalahnya mereka harus menjalani seleksi dulu.

PADA suatu pagi Christian dan Ade Chandra kedapatan diasrama PSSI jang terletak dibelakang Djalan Polo Air Senajan. Mereka nampak membitjarakan sesuatu dengan Drs Sukartono – bekas Pelatih Fisik PBSI dan Bandung jang kini membantu mengasuh anak-nak PSSI. Ternjata pembitjaraan jang tjukup serius itu menjangkut kebidjaksanaan PBSI dalam memilih pemain-pemainnja ke Turnamen “All England 1972 ” di bulan Maret jang akan datang. Pesan Sukartono agar “kedua pemain tidak patah hati dan berlatih terus” nampaknja mempunjai latarbelakang jang menarik. Berikut ini laporan reporter Herry Kommar:Pada mulanja hanja sepuluh pasang telinga jang mendengar djandji Sukada. Itu terdjadi tahun jang lalu sebelum regu Indonesia berangkat keturnamen bulu tangkis terbuka di Singapura. Bendahara PBSI jang mungkin masih terpesona oleh permainan ganda Christian–Ade Chandra setjara tak terduga meluntjurkan djandji pada pasangan tersebut. Konon djandji itu tidak boleh diketahui oleh orang lain, selain mereka berlima: Sukada, Stanley Gow, Christian, Ade dan Sukartono. Apa jang didjandjikan oleh Sukada pada Christian dan Ade? Jaitu djika mereka keluar sebagai djuara dalam turnamen terbuka tersebut, mereka akan dikirim untuk mengikuti kedjuaraan dunia tak resmi All England 1972 di London. Dan djandji kemudian diperlunak lagi, seandainja Malaysia mengirimkan pasangan ganda dunia Ng Boon Bee –Gunalan ke Singapura, target minimal jang harus ditjapai oleh Christian dan Ade untuk memperoleh tiket All England adalah djuara kedua. Tergoda oleh djandji Sukada, Christian jang semulanja djuga akan mewakili Indonesia dalam partai perorangan dengan sukarela melepaskan kesempatan tersebut. Bersama Ade, ia memusatkan perhatian pada partai ganda Sebab turnamen All England tjukup menggoda, dan djalan kesana sudah membentang didepan mereka.

Kelabu. Diawal tahun 1972 bulan Djanuari bukan hanja kelabu buat Arief cs, tapi djuga buat Christian dan Ade. Begitulah sebelum pasangan ganda djuara turnamen terbuka Singapura diberangkatkan ke London, mereka dipanggil untuk mengikuti seleksi karena begitulah peraturan PBSI. Christian dan Ade mundur selangkah dari djandji Sukada. Mereka kemudian berhadapan dengan pasangan Nara-Indra jang kemudian di lalap oleh pasangan jang disebut pertama dengan angka jang tjukup mejakinkan 15–7 dan 15-9. Disamping mereka djuga harus memeras keringat untuk menjingkirkan partai ganda Djawa Timur Ganda/Johan jang terpanggil untuk mengikuti seleksi. Christian dan Ade jang sudah merasa lolos dari lobang djarum, tiba-tiba bagaikan mendengar geledek disiang bolong ketika padanja disampaikan bahwa mereka diharuskan lagi mengikuti seleksi terachir pada minggu ketiga bulan Pebruari sebelum nama-nama mereka disampaikan pada Organizing Committee All England. “Mereka seperti ingin menjingkirkan kita sadja”, udjar Christian dngan nada kesal jang disampaikannja kepada TEMPO jang menemuinja di Djalan Polo Air. Kemudian pemain muda Djabar ini menambahkan komentarnja tentang seleksi pendahuluan itu “kalau hanja seleksi untuk masuk TC itu tidak perlu”, kata nja. Disitulah diungkitnja kembali djandji Sukada. Sebab dalam suatu pertandingan dewi Fortuna selalu bersama orang jang dikehendakinja, mungkin sadja sang dewi kali ini akan bersama Nara dan Indra. Siapa tahu.

Fulus. Drs Sudirman, Ketua PBSI jang tidak tahu-menahu dengan djandji Sukada pada Christian dan Ade, menerangkan peluang bagi pasangan jang di harapkan mendjadi pasangan “Njo Kiem Bie–Tan King Gwan baru” untuk keluar sebagai pemenang dalam seleksi ini lebih besar. Selain mereka dalam kondisi jang baik, djuga dalam hal kekompakan dan mentalitas mereka lebih unggul daripada pasangan Nara–Indra jang suka saling menjalahkan bila terdjadi kesalahan dalam permainan. “Dalam hal mengirim pemain untuk suatu turnamen faktor ini djuga diperhatikan”, kata Sudirman. Tapi apakah PBSI djuga akan mengirim pasangan Christian dan Ade seandainja mereka harus menelan pil pahit dari Nara dan Indra? “Karena All England adalah turnamen terbuka, maka kita bisa sadja mengirimkan beberapa partai”, kata Sudirman pula dengan utjapan berbuntut, “dan itupun tergantung pula dari keuangan jang tersedia”. Disinilah letak ketjemasan Christian, karena fulus bagi PBSI djuga senen–kemis.

Bagi manusia jang dipegang adalah kata-katanja. Mungkin sadja kata Sukada jang diutjapkan pada Christian dan Ade bertentangan dengan kebidjaksanaan PBSI apabila masalah keuangan tidak mengizinkan untuk mengirimkan beberapa partai ke All England. Apakah jang akan terdjadi seandainja pasangan Christian dan Ade tidak djadi berangkat ke London? Diwisma jang terletak dikompleks Senajan, di Rabu siang ketika hudjan rintik-rintik membasahi bumi, di saat itulah Christian mengambil keputusan: “Kalau kami tidak djadi berangkat, kami tidak akan mau kalau dipanggil lagi oleh PBSI”. Dengan kata lain mereka sudah berketetapan untuk menggantungkan raketnja. Sungguhpun ada seribu Christian dan Ade, namun untuk mempersiapkan mereka dalam tempo jang singkat PBSI harus bersiap-siap memindjam lampu Aladin-nja Harun–Al Rasjid. Agak susah untuk membina pasangan sekompak Christian/Ade seperti jang diperlihatkan didalam dan diluar lapangan. Kalau mau tahu keakraban mereka inilah utjapan Christian: “Saja tidak akan berangkat ke All England kalau tidak dengan Ade”. Utjapan itu keluar dari mulut anak asuhan Sukartono ini ketika padanja ditanjakan, bagaimana kalau hanja dia sendiri jang berangkat ke London mengingat djandji Sukada pada dirinja. Kemudian ia menambahkan: “Kalau tjuma saja sendiri jang berangkat, mungkin saja akan minta uangnja sadja. Dan kemudian kami bagi dua dengan Ade”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: