Mulyadi Mogok, Mengapa ?

Tempo 2 September 1972. Setelah kejuaraan All England, Mulyadi non aktif sebagai pemain. menurutnya, PBSI tampak lemah dalam soal pembinaan pemain. secara resmi, memang ia belum menyatakan berhenti sebagai atlet.

SELAMA berlangsungnya Invitasi Solo Pada ahir Agustus ini, nampaknya dalam waktu singkat belum terbayang, siapa yang bisa menggantikan Muljadi. Sementara itu dalam wawancara eksklusif dengan koresponden Atjin Yassien, bekas pemain Thomas Cup Indonesia sejak 1963 ini mengembalikan persoalan come back-nya sebagai “semua tergantung pada sikap PBSI terhadap Muljadi” kalau boleh disimpulkan. Dari Surabaya laporannya.Secara resmi Muljadi sang juara memang belum pernah menyatakan berhenti main bulutangkis. Tapi non-aktifnya setelah Kejuaraan “All England” menimbulkan berbagai tanda-tanya. Malahan oleh kalangan pers hendak dikaitkan dengan kegagalannya di All England beberapa waktu yang lalu. “Mengapa karena itu ia dianggap sampah saja. Sementara prestasi yang gemilang di Asian Games 1962 misalnya, tak diingat lagi”, ujar Mul mengutip sebuah tulisan koran.

Sungkan. Tapi Muljadi bukanlah potongan orang yang minta dihargai prestasinya, seperti katanya: “Toh ahirnya saya akan kembali kedesa lagi. Tak perlu minta penghargaan lagi pula hidup saya biasa bersama-sama orang kecil” meskipun hal itu dinyatakan dirumahnya, Jalan Dharmawangsa I/9, tanda penghargaan Pemda Jatim.

Apa yang merisaukan anak kelahiran Rambipuji, sebuah kota kecamatan di Jember, tidak lain dari soal hidupnya yang belum menentu pula. “Orang tua saya nggak mampu, hampir-hampir cukup hanya membiayai sekolah saja”, kenang Muljadi akan asal-usulnya ia berbadminton di Jember 1958. Dan kebolehan permainannya adalah berkat semangatnya yang membajar, disamping perkumpulan bulutangkis Swang-seh-kini PB Rajawali–yang ikut membina kariernya selama 14 tahum “Saya merasa sangat sungkan, hususnya kepada PB Rajawali”, kata Mul menyatakan rasa malunya bila bertemu sejawat-sejawat yang masih aktif menyiksa shuttle-cock. Karena ia dewasa ini lebih banyak memanfaatkan waktu untuk kegiatan bisnis, dagang tekstil dan sedikit perbankan.

Fasilitas. Soalnya apakah dengan kegiatan bisnis itu tidak bakal memutuskan kemauan Mul kembali memegang raket–yang pada hakekatnya menjadi penyebab ketenarannya? Gejala itu memang ada. “Selama di TC, kalau ada kebutuhan apa-apa mesti ke Pak Dirman. Salahkah saya” tanya Mul yang ingin unjuk keserbasalahannya, karena untuk memperoleh kebutuhannya “sampai-sampai seperti peminta-minta saja”. Padahal, menurut Mul, selama 14 tahun di TC oleh PB Rajawali, perkumpulan itu mencukupi kebutuhan lebih dari seseorang terhadap anggota keluarga.

“Sebagai pemain bulutangkis saya ingin hidup dari sana, sebab tak punya pengalaman kerja. Berarti kebutuhan uang harus dari PBSI, kan PBSI yang cari duit!” Cerita itu bermaksud menguatkan alasan perlunya hubungan yang erat antara pemain dan pengurus. Tapi agaknya belum lagi kepusat, pengurus daerah Jatim saja sukar ditemui ketuanya. “Paling-paling Alwanto, bawahan”, kata Mul, “nasib pemain-pemain disini kasihan”. Lalu ia menceritakan bagaimana Yohan – pemain harapan Jatim yang menelepon Pengda Jatim untuk suatu keperluan, tapi tak seorangpun mengenal Yohan.

Nampaknya tidak ada jalan lain bagi Mul, kecuali meng-kritik PBSI Karena dalam mengemukakan pendapat-pendapatnya ia selalu mengatakan bahwa “saya tidak bermaksud marah pada PBSI, mungkin keadaannya memang sudah begitu”. Tapi disimpulkan bahwa “PBSI ngomongnya tak seimbang dengan prakteknya”.

Sinshe. Tapi agaknya ketidak-aktifan Muljadi kini diharap menjadi isyarat bagi PBSI untuk menyediakan peluang pada banyak pemain baru. “Saya sarankan, kalau ada pemain lain, sudah saya jangan dipanggil lagi”, kata Muljadi berulangkali. Dan dengan pernyataan tersebut diharap tidak bakal terjadi gap dikalangan perbulutangkisan mendatang.

Telah diputuskannya pula untuk tidak ikut bermain dalam Invitasi Solo, meskipun untuk merayu Muljadi konon PBSI berulangkali berkirim undangan dengan moto husus Willy Budiman (pengganti Stanley Gouw) dan PBSI telah pula mengirim sinshe kerumah Muljadi untuk mengobati cidera di betis kanannya. Sambil mengecam PBSI yang bermanis-manis bila terdesak kebutuhan akan pemain, Muljadi berpendapat bukan masalah fisiknya maka ia tak ikut Invitasi Solo. “Faktor ekonomi bagi saya menentukan. Kalau fikiran kacau seperti sekarang ya jadi malas!” Bahkan dalam rangka persiapan berumah-tangga dengan gadis Jember pula di tahun depan Mul berkeputusan tidak ikut Thomas Cup 1973 meskipun ia berkeyakinan 75% Indonesia akan menang. “Jadi kalau saya tak ikut main nanti jangan dianggap takut kalah!” tukas Muljadi.

Perkumpulan. Dari rangkaian pendapat-pendapat Muljadi agaknya diketahui betapa lemahnya pembinaan perbulutangkisan oleh PBSI maupun Pemerintah. Ketika kepadanya diminta pendapat mengapa Jatim lebih banyak pemain dibanding daerah lain. “Bukan masalah daerah atau apa, tapi terserah kepada keuletan perkumpulan atau pembina”. Ia mengambil contoh yang secara kebetulan adalah perkumpulannya sendiri PB Rajawali – yang berhasil menduduki 7 di antara 10 pemain se-Indonesia yang diseleksi pada tahun 1970. Adalah karena Joe Nai Min pemimpin perkumpulan kami yang membina bulutangkis dengan penuh dedikasi”, kata Muljadi.

Ia menilai baik seorang pemain Jarum dari Kudus yang ia lupa namanya. Jadi dalam hal pembinaan, selama PBSI masih seperti sekarang, peranan perkumpulan lebih dipentingkan. Sungguhpun demikian, “saya berterima kasih kepada pemerintah yang telah menghadiahkan rumah ini, Juga mobil dan sepeda motor yang terbeli dari hasil main bulutangkis” ujar Muljadi yang bicaranya agak kontroversil. Adakah Mul telah tiba pada suatu keputusan final: akan menggantung raket untuk selama-lamanya? Agaknya masih ada jalan untuk ditawar. Bagaimana andaikata PBSI mengundang Muljadi bermain kembali melalui perkumpulan Rajawali? Sebab pernah Mul mengatakan bahwa “kita tidak bisa menolak undangan bermain dari perkumpulan!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: