Rudy Hartono Siapa Punya

TempoMajalahArsip. 01/I 06 Maret 1971. Masih diperbincangkan soal pemain-pemain, a.l: Rudy Hartono, Minarni, Muljadi. apakah mereka milik nasional atau daerah. Abdulkadir berpendapat nasional atau daerah prinsipnya sama.

 

ADALAH sebuah masalah. Pemain-pemain seperti Rudy Hartono itu sesungguhnja punja Nasional atau punja daerah? Dalam Kongres Persatuan Bulutangkis se Indonesia (PBSI) bulan Pebruari jang lalu, soal Nasional versus Daerah ini kumat lagi meskipun semua bahwa masalah itu bagai penjakit kanker: selalu kambuh tapi tak bisa sembuh. Dalam setiap turnamen tingkat Nasional, sudah tentu daerah-daerah dari mana Minarni, Rudy, Muljadi berasal – memperebutkan mereka untuk membawa pandji-pandji daerahnja didalam pertandingan seperti jang baru diselenggarakan PBSI di Jogja itu. Tuntutan daerah sematjam itu bukan untuk pertama kalinja diutarakan dalam turnamen tingkat Nasional dan bukan hanja terdjadi dalam pertandingan bulutangkis sadja.

Bukan dia. Dalam sidang Kongres PBSI dari tanggal 2 sampai dengan 5 Pebruari jang lalu, pembitjaraan tentang hari ini sama hangatnja dengan pemilihan Ketua baru dalam kongres-kongres umumnja. Meskipun Kongres tersebut telah mentjapai kata sepakat untuk mengangkat kembali Sudirman, ketua jang lama untuk terus memimpin persatuan tersebut sampai tahun 1974 nanti, sidang tidak dengan sendirinja selesai — karena masalah Nasional kontra daerah diungkit lagi diforum itu. Bagi pimpinan organisasi tingkat Nasional memang tidak ada untung dan ruginja memiliki atau tidak memiliki pemain, karena tugasnja lebih banjak dititikberatkan pada penggarapan-penggarapan teknis dan adminisratif. Tapi wadjar bila top organisasi tersebut menuntut agar daerah ikut memikirkan pembiajaan pemain-pemain jang diperebutkan tersebut, apabila suatu kali mereka dikirim keluar negeri atau keturnamen-turnamen internasional. Disini sering terdjadi bahwa daerah jang pernah mengagungkan anak kotanja dalam pertandingan tingkat nasional, tiba-tiba sadja sama tjutji tangan.

Kolonel Abdulkadir SH dari Djawa Tengah sendiri berpendapat bahwa penamaan pemain Nasional atau pemain daerah “pada prinsipnja sama”. Sutomo SH dari Djakarta Raya mentjoba mendjelaskan: “Nasional”, katanja, “hanja predikat bagi pemain tertentu. Menurut Anggaran Dasar PBSI sendiri. Pengurus Besar tidak mempunjai pemain”. Apabila benar seperti jang dikemukakannja, berarti tidaklah tepat bila top organisasi itu bertanggungdjawab atas pembiajaan pemain-pemain jang berpredikat nasional sekalipun — karena mereka tidak punja pemain. Konon dengan pernjataan sematjam itu masalah tersebut hingga kini masih terkatung-katung digedung Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada, gedung dimana 176 wakil-wakil PBSI berkongres diawal musim hudjan jang lalu. Tidak ada jang tahu pasti keputusan tentang siapa jang punja Rudy atau Muljadi. Wartawan TEMPO di Jogja kemudian memutuskan bahwa Rudy tetap bukan punja dia, tapi …….. dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: