Rudy Kembali Tergoda

Tempo 11 Maret 1972. Rudy Hartono, juara All England empat kali, yang sempat main film akan di All England tahun ini. ia dengan disiplin dan bersemangat berlatih kecepatannya sudah berkurang, tapi ia makin matang.

RUDY “Franky” Hartono hampir sadja mengachiri masa budjangnja dengan mengawini Poppy “Santi” Dharsono. Itu terdjadi tahun lalu dalam film “Matinja Seorang Bidadari” jang kini tengah beredar. Setelah penggemar film dan bulutangkis menjaksikan bagaimana Rudy mengetjap bibir Poppy (tak terhitung) beberapa kali, orang mulai tjemas dengan keberhasilan Rudy dalam mempertahankan gelar djuara “All England”. Adakah pemuda 23 tahun ini lebih mentjintai dunia perfilman daripada dunia olahraga?Djerawat. Awan ketjemasan jang meliputi masjarakat mulai pudar, setelah si “Franky” gondrong mengachiri kisah asmara dengan hostes Santi dan kembali keasrama Djl. Polo Air Senajan. Harapan akan pulihnja kondisi Rudy sebagai Djuara-dunia-tak-resmi memang beralasan-meski masih perlu dibuktikan. Ia tampak kian matang. Djerawatnja kian rontok oleh bertambahnja kedewasaan. Dan jang lebih penting lagi adalah semangat dan disiplin anak ini dalam latihan-latihan mempersiapkan diri ke Turnamen “All England” dipertengahan Maret ini.

Kepada reporter Herry Komar, sesaat mendjelang keberangkatannja ke London Rudy mengatakan: “Paling kurang saja akan mendjuarai All England dua tahun lagi”. Walaupun kemauannja sendiri ingin meradjai sampai 9 kali – memetjahkan prestasi Erland Kops jang berhasil memegang mahkota selama 7 tahun.

Sjahdan, kembalinja Rudy ke All England tahun ini sudah barang tentu menarik pula penindjau luar negeri. Ketika Rudy tahun lalu mendjuarai untuk ke-4 kalinja, para penindjau–termasuk Scheele dan Wong Peng Soon – pernah memberi komentarnja. (TEMPO, 10 April 1971) Adakah Rudy akan memperlihatkan kemadjuan dalam permainan seterusnja? Seperti kata Wong –bekas Djago All England tahun 50-an–“langgam permainan Rudy belum mentjapai kematangan dan Rudy ditahun-tahun berikutnja masih akan menandjak terus” Komentarnja masuk akal. Permainan Rudy jang mengandalkan pada ketjepatan, stamina dan ketabahan mulai menumbuhkan bentuk baru dalam Turnamen ABC. Teknik pukulan dan gerak kakinja mentjari tempo baru. Kelambanannja diimbangi oleh kematangan taktis jang disesuaikan dengan gaja permainan lawan. Dan permainannja jang mejakinkan itu diramalkan akan mendjadi lebih sempurna dengan kemampuan permainan dibibir net – jang selama ini sering mendjadi ukuran kematangan teknik bulutangkis. Hal jang terachir ini penting. Sebab, kata Rudy, mendjadi djuara dikala dia berusia 18 tahun terasa beda benar dengan usahanja mempertahankan gelar tersebut ditahun-tahun berikutnja. Maksudnja dalam usia mendjelang 23 tahun ini pengaruh kesegaran fisik mulai berbitjara. Itulah sebabnja pola permainan dinet dianggap para ahli sanat taktis untuk menghemat tenaga.

Usia Rudy bukan tidak tahu soal ini. Ia mendjelaskan kemudian bahwa soal usialah jang akan mengalahkannja. Dan memasuki usia 23 tahun ini Rudy menetapkan pilihan untuk kembali kebangku kuliah, setelah beberapa tahun tertinggal oleh rekan-rekannja seangkatan. “Saja harus punja pegangan untuk masa depan saja”, udjar Rudy.

Sungguhpun begitu Djuara All England ini telah memasang tekad untuk tidak menggantungkan raket dan menggantinja dengan tangkai pena. Malahan tahun ini ia memberi djaminan bahwa kemampuannja untuk mendjinakkan lawan-lawan terberat, seperti Svend Pri, Elo Hansen dan Ipei Kojima jang mendjadi kuda hitam, djangan diragukan.

Lalu bagaimana peluang pemain-pemain Indonesia lainnja diluar negeri? Rudy meramalkan bahwa kemungkinan terulangnja All Indonesian Final seperti tahun lampau adalah fifty-fifty. Sementara untuk partai ganda, “masuk semifinal sadjapun kita sudah bersjukur”, udjarnja. Alasan jang dikemukakan tidak lain berkisar sekitar pengalaman kedua pemain Christian/Ade diturnamen internasional. Tapi setelah ia melihat partai-partai ganda jang akan madju, kesempatan untuk djadi djuara bagi pasangan muda Indonesia itu, “pintu masih terbuka”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: