Rudy & Nuddah

Tempo Januari 1971. Rudy Hartono berpacaran dengan Nuddah, asal Thailand. perkenalan pertama ketika Asian Games V di negeri itu. Zulkarnaen Kurniawan, ayah Rudy merestui hubungan itu. Rudy gelisah, saat Nuddah jatuh sakit.

DISAMPING sudah barang tentu milik kedua orangtuanja, Rudy Hartono pasti sudah ada jang punja. Di Hotel Garuda Jogjakarta, dikamar 21 dan 22, diatas medja-medja kedua kamar itu, terletak dua rangkai karangan bunga. Keduanja dihiasi apel, anggur, djeruk, pisang dan lain sebagainja. Di kedua kamar itu bermalam Rudy dan Muljadi. Mereka datang di Jogja untuk sekedar demonstrasi badminton dalam suatu eksibisi turnamen digedung olahraga Beteng. Beberapa pramuka jang mendjadi pandu mereka keheranan ketika melihat bahwa dimedja Rudy djuga terdapat karangan jang sama. Muljadi memang sudah punja tjalon, namanja Tjung Ing, sehingga lajak bila dimedjanja dihiasi karangan bunga. Tapi siapakah gerangan jang menghiasi medja Rudy?

“Kisahnja pandjang anak muda”, kata sang musafir pembawa tjerita. Sjahdan dibulan Desember 1970, Rudy Hartono tidak hadir dalam penutupan Pesta Olahraga Asian Games VI di Bangkok. Seorang temannja djuga tak nampak disana, disaat bunga-bunga api menghiasi Stadion Utama. Mereka berdua pergi kesebuah pesta ulang tahun ketjil jang hanja diterangi 20 njala lilin, disebuah rumah sakit di djantung Bangkok. Itu adalah pesta ulangtahun Nuddah, gadis Thailand jang berkulit langsat. Rudy mengenalnja sedjak 5 tahun jang lalu ketika Asian Games V berlangsung di sana. Suatu hubungan baik telah mereka bina sedjak itu, hingga Nuddah terserang penjakit rindu. Dan karena kerinduannja gadis itu kemudian bertjita-tjita mendjadi pramugari Thai International hingga dapat setidaknja seminggu sekali ketemu Rudy dinegeri ini. Lama-kelamaan Rudypun ketularan, hingga dia djuga kepingin djadi angkasawan, bukan penjiar RRI, tapi penerbang. Ini asal mula timbulnja gossip bahwa Rudy melamar GIA, Maskapai Penerbangan Indonesia.

“Sjahdan”, demikian sang musafir meneruskan, “kisah perdjumpaan Rudy dibulan Desember itu lebih banjak dukanja dari sukanja”. Beberapa wartawan menduga bahwa kekalahan Rudy/Indra Gunawan dari Boon Bee/Gunalan jang pernah ditundukkannja di Turnamen Thomas Cup dulu adalah karena kematian Irsan. Itu tidak sepenuhnja persis. Beberapa hari sebelum 20 Desember, Nuddah mengalami ketjelakaan hingga terpaksa dirawat di rumahsakit. Tidak mustahil hati Rudy mendjadi gundah ketika itu, hingga smash-smashnja tidak semanis senjum Nuddah lagi. Benar bahwa tragedi Minarni (TEMPO nomor perkenalan) mempengaruhinja, tapi bagi Rudy agaknja ketjelakaan Nuddah tjukup menggelisahkannja, dan itu sebabnja, pesta ulangtahun patjar Rudy terpaksa dilangsungkan diantara sprei-sprei putih rumahsakit Bangkok.

Zulkarnaen Kurniawan, 42 tahun, coach Bulutangkis Surjanaga jang merangkap sebagai ajah Rudy Hartono tidak pernah menjangkal atau mengiakan hubungan tersebut. Ia hanja setudju bahwa anaknja “lebih baik berpatjaran dengan gadis luar negeri”, dengan alasan bahwa patjaran di Djakarta hanja akan memboroskan uang. Zulkarnaen benar. Disamping untuk menghindarkan rebutan antara Nasional dan daerah jang masing-masing ingin memilikinja, menjerahkan anaknja pada keluarga Nuddah memang akan lebih tepat, karena patjaran dengan surat djauh lebih hemat dari kentjan dibioskop atau di nightclub.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: