Scheele Tentang Rudy

Majalah Tempo. 08/I 24 April 1971. Hea Scheele editor buku “The International Badminton Federation Handbook 1971” tanpa ragu-ragu menyebutkan Rudy Hartono sebagai pemain terbaik th 1970. ia mengatakan Rudy mempunyai prestasi & pribadi yang baik.

 

“TIDAK perlu diperdebatkan siapakah Pemain Terbaik 1970”, tulis H.E.A. Scheele. Editor Buku-Pedoman “Federasi Bulutangkis Internasional” 1971 (The International Badminton Federation Handbook 1971) jang merangkap Sekdjen Federasi tersebut. Dalam Bab “Topik Hari Ini” Scheele tanpa ragu-ragu menampilkan Rudy Hartono Kurniawan pemain Indonesia jang baru-baru ini berhasil merebut Kedjuaraan “All England” untuk keempat kalinja. Scheele mengemukakan dasar-dasar pertimbangannja sebagai berikut:

 

Dalam Turnamen-turnamen Thomas Cup 1970. Rudy membuktikan suatu prestasi jang tjemerlang. Ia berhasil mentjatat kemenangan jang mejakinkan atas lawan-lawannja dari negara-negara India, Thailand, Djepang, Selandia Baru, Kanada dan Malaysia. Dari keseluruhan 11 partai single jang dimainkan Rudy, ia hanja melepaskan satu game 17-18 untuk Kojima dari Djepang dan satu game lagi 12-15 untuk Punch Gunalan dari Malaysia. Jang belakangan inipun dilakukan Rudy dengan tudjuan melemahkan lawan jang pada partai berikutnja harus bertanding dalam partai double.

 

Dalam 6 kali pertandingan “All England 1970”, Rudy herhasil membabat lawan-lawannja tanpa memberi angka balasan jang melebihi dari 8. Ketjuali terhadap Kojima, satu-satunja pemain Djepang jang dapat mengimbangi Rudy dengan angka 17-16, 17-14. Namun dalam pertandingan ini djustru Rudy memperlihatkan kebesarannja pada saat-saat penonton jakin bahwa pemain Indonesia ini diambang kekalahan.

 

Setelah memenangkan Kedjuaraan “All England” 3 kali berturut-turut jang dimulai sedjak 71 tahun jang lalu, Rudy tertjatat sebagai pemain ke-7 jang berhasil membuat prestasi seperti itu. Ke-6 pemain lainnja adalah Sir George Thomas (1922) dan R.C.F. Nichols (1937) dari Inggeris, J.F. Devlin (1927) dari Irlandia, Wong Peng Soon (1952) dan Eddy Choong (1957) dari Malaysia dan Erland Kops (1962) dari Denmark. Rudy jang baru berusia 21 tahun disedjadjarkan pula dengan pemain-pemain ganda dunia, meskipun dari pihak Indonesia sendiri meragukan siapakah partnernja jang paling serasi. Sehingga tidak djarang partnernja diganti-ganti. Namun demikian Rudy selalu memperlihatkan permainan jang memadai.

 

Mengenai watak Rudy, Scheele menjimpulkan: “Pribadi Rudy seindah ajunan raketnja digelanggang pertandingan, tetapi ini tidak mengurangi sifat-sifat agresifnja jang menjala-njala. Dalam usia semuda itu mungkin Rudy baru menaiki djendjang karirnja. Maka nampaknja ia akan bertahan dipuntjak kedjajaan untuk waktu jang tjukup lama. Ketjuali djika ia melepaskan minatnja. Orang dapat berharap demikian, karena Rudy memiliki kepribadian jang menjenangkan. Sportmanship-nja sempurna pula. Dia djarang memperlihatkan sifat show. Lagipula ia selalu prihatin terhadap kesalahan-kesalahan jang dibuatnja.

 

Itu belum lengkap. Scheele seperti orang Inggeris lainnja jang terkenal konservatif dan enggan ngetjap, memuat foto Kapten Regu Thomas Cup Indonesia Moh. Irsan almarhum ketika sedang menerima Piala Thomas, sebagai penghias sampul buku pedoman setebal 416. Disamping itu ia tidak lupa menjediakan halaman untuk sedjarah “Indonesia Merebut Piala Thomas Kembali”. Sudah barang tentu dalam buku itu termuat pula Sedjarah Federasi Bulutangkis Dunia dengan data-datanja jang serba lengkap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: