Sesudah TTJ I

Tempo 10 Juni 1972. Dalam Turnamen Terbuka Jakarta I, PBSI hanya berhasil mengintip permainan calon-calon pemain ganda Malaysia. Menjelang turnamen Thomas Cup 1973, Christian/Ade mantap. Pemain-pemain tunggal perlu dibina.

USAINJA Turnamen Terbuka Djakarta I tidak membuka djendela PBSI untuk melongok kekuatan sebenarnja negara-negara bulutangkis Asia. Tapi paling tidak dapat mengintip tjalon-tjalon partai ganda Malaysia jang akan dimadjukan dalam Turnamen Thomas Cup 1973 jang akan datang, disamping pemain-pemain tua dan muda Indonesia.Konon setelah Boon Bee bertjerai dengan Gunalan, penjusunan partai ganda mulai sekarang didjadjagi dengan intensif oleh Malaysia. Agaknja pasangan Tan bersaudara (Aik Huang/Aik Mong) akan ditingkatkan pembinaannja sebagai pasangan ganda utama. Sementara Boon Bee jang berpartner dengan Dominic Soong Chok Soon, lebih kentara kepintjangannja daripada mentjerminkan harapan Malaysia untuk mengembalikan masa djajanja tempo hari. Demikian pula pasangan Ng Tat Wai/Elo Kim Kooi, meski dapat bertahan dalam rubber-set terhadap Christian/Ade (6-15, 15-10, 7-15), belum menundjukkan keserasian seperti jang diperlihatkan Aik Huang/ Aik Mong.

Boon Bee. Mengapa Boon Bee tidak ditjoba dengan Tat Wai? “Nanti dulu, kami ingin melihat semua kemungkinan” djawab Teh Gin Soei pada TEMPO. Team Manager Teh agaknja ingin mendjadikan Turnamen Terbuka ini sebagai eksperimen, meski djelas sekali potensi Boon Bee sebagai pemain ganda menuntut pasangan jang lebih seimbang.

Christian/Ade dengan gelar “All England”-nja njaris ditundukkan Aik Huang/ Aik Mong (15-10, 9-15, 15-6). Final jang menarik ini menjuguhkan permainan harmonis pasangan kakak-beradik Tan: keduanja sama kuatnja dalam menjerang dan hertahan. Mereka menguasai bidang permainan dengan posisi sedjadjar. Dengan melantjarkan drive-drive tanggung dan rendah, mereka mentjoba mendesak lawan untuk mengembalikan bola melambung. Pada saat ini smash mereka benar-benar terarah. Sebaliknja Christian/Ade tidak djarang terketjoh posisinja: sering terdjadi Ade mengambil posisi dimuka, sementara Christian dibelakang Pada posisi ini dimana Ade bertindak sebagai tukang taruh bola dan Christian sebagai algodjo, serangan tidak lagi terarah. Itulah sebabnja dalam set ke-2, pasangan Malaysia dengan mudah menjamai kedudukan (one set all). Ketjenderungan untuk menjerang dalam segala posisi oleh pasangan Indonesia dapat dipulihkan arahnja setelah Ade tidak terpantjing mendekati net dan Christian dapat menahan diri untuk tidak meninggalkan fungsinja sebagai pengatur serangam Keampuhan pasangan ganda Indonesia nampak belum stabil betul djika dilihat pola permainan mereka ketika melawan Aik Huang dan Aik Mong Soalnja bagaimana meningkatkan kerdjasama kedua anak muda ini dengan posisi Christian dimuka dan Ade dibelakang.

Iie Sumirat. Dipartai tunggal, kemungkinan tergesernja Rudy dari kedudukannja sekarang masih merupakan impian. Dua orang pemain harapan masing-masing Liem Swie King (Djawa Tengah) dan Johan Wahjudi (Djawa Timur) tjukup mejakinkan, meski terlalu pagi untuk menilai mereka sebagai tjalon serius menggantikan Muljadi. “Mereka perlu mendapat perhatian”, komentar Rudy kepada TEMPO mengenai permainan mereka. Hanja itu, tidak lebih. Dan bagaimana dengan Iie Sumirat (Djawa Barat)? “Ia memiliki variasi pukulan jang menjulitkan lawan”, kata Djuara All Erlgland 5 kali ini, “tapi kalau sudah biasa berhadapan dengan dia, mudah sadja diatasi”. Rudy benar, Berapa kali ia terpedaja oleh gerak-tipu Iie. Meskipun dalam final tunggal Rudy dapat membereskan Iie 15-4, 15-5 dalam waktu terukur: masing-masing 12 menit 30 detik dan 12 menit 35 detik, toch terdjadi beberapa rally jang menegangkan. Rudy beberapa kali membiarkan dirinja didesak kesudut forehand-nja jang lemah, tanpa merubah langgam permainan dengan terkaman-terkaman kilatnja. Dalam rally sematjam ini nampak djelas tidak konsistennja Iie mendesak lawan. Sebab ia tjepat ragu dan mudah terpantjing untuk menggunakan variasi pukulannja, meski timingnja tidak tepat. Keraguan dan mudah patah hati ini menempatkan Iie dalam golongan pemain “lemah mental”, terutama djika dihubungkan dalam satu regu dengan pemain-pemain lainnja. Bagaimanapun Turnamen Terbuka Djakarta jang pertama dengan keuntungan bersih Rp 3,5 djuta untuk PBSI Djaya, merupakan langkah pertama menudju suatu tradisi bulutangkis jang bermutu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: