Yang Baru Di London (All England 1972)

Tempo 11 Maret 1972. Untuk ke kejuaraan All England 1972, Indonesia akan mengirimkan pasangan baru. mereka, Ade Chandra/Christian, telah mengungguli Indra Gunawan/Nara Sujana. langkah maju untuk persiapan Thomas cup 1973.

 

ACHIRNJA pasangan Christian/Ade meraih kartjis ke “All England” dengan prestasi – bukan djandji. Harapan jang ditumpahkan pada kombinasi kedua pemain Djabar dan Djaya ini mulai dikadji dari awal lagi. Mereka jang diharapkan mendjadi duplikat Kim Bie/King Gwan jang dizaman djajanja ditimang-timang peluangnja diforum kedjuaraan-dunia tidak-resmi di Inggeris.

Modal. Kemenangan Christian/Ade dari lndra Gunawan/Nara Sudjana dengan skor 9–15, 15–5 dan 15–4 (hari pertama), 7–15, 9-15 (hari kedua) dan 15-11, 15–9 (hari ketiga) menundjukkan kedudukan 2–1 untuk kelebihan pasangan jang pertama. Dilihat dari segi teknik permainan dan keserasian kerdjasama antara kedua pasangan tersebut, keunggulan Christian/Ade dari Indra/ Nara tidak lebih dari selisih sekuman.

Namun kedua pasangan masing-masing mempunjai tjiri chas dan pola permainan jang amat berbeda benar. Apa jang ada pada pasangan pertama tidak dipunjai pasangan kedua atau sebaliknja. Ini dibenarkan oleh Indra jang berpengalaman. “Djika kami mengikuti tempo ketjepatan mereka, kami akan kalah’, katanja. Tapi ketika ia mentjoba memperlambat permainan dengan penempatan bola disudut-sudut strategis, tak urung disambar dengan drive-drive kilat jang kemudian dikembalikan pasangan Indra/Nara melambung–dan merupakan umpan bidji longkong buat smashsmash Christian/Ade. Begitulah kira-kira pola pennainan pasangan pertama: disamping ketjepatan, smash dan drive jang makan tenaga merupakan modal pokok mereka. Sehingga sementara penindjau berkomentar, alangkah baiknja djika pasangan Bandung/Djakarta ini bisa memanfaatkan ketaktisan rekan jang dikalahkan dalam seleksi. Ini dapat dilihat dari tjatatan repolter Herry Komar diseleksi hari ketiga: dari 15 bidji kemenangan, 6 didapat dari pukulan jang mengena sasaran, sementara 9 bidji didapat dari kegagalan lawan mengembalikan bola. Di set kedua perbandingannja lebih baik: 11–4.

Litjin. Bagaimana peluang mereka nanti? Disamping orang berspekulasi bahwa Boon Bee/Gunalan sudah berangkat tua, Christian/Ade diharapkan dapat bermain tidak dengan ketjepatan dan tenaga semata, tetapi dengan otak pula. Karena pada pasangan Malaysia tersebut–djuara-bertahan tahun lalu–ke seimbangan dan keserasian kerdjasama ade pada mereka Gunakan bermain taktis dan teknik pukulannja lebih baik dari kedua pasangan Indonesia. Pemain djangkung jang mengganti-kan Yee Khan (bekas partner Boon Bee tempo hari), terkenal sebagai pengatur siasat dan pandai mentjari titik-titik tersulit bagi lawan. Dan biasanja dalam keadaan kepepet, lawan akan mengembalikan bola kurang tjermat. Saat inilah bola jang ngambang akan disambar Boon Bee. Dengan kata lain Gunakan tukang mantjing, sedang Boon Bee bertindak sebagai algodjonja. Sedang pada Christian/Ade ketjenderungan mendjadi algodjo tidak djarang membelenggu naluri bertahannja. Dalam menilai kekurangan mereka orang berpaling pada pimpinan PBSI agar seorang coach dapat mendampinginja — atau paling tidak Rudy dan Muljadi jang lebih senior dapat turut membimbing debut kedua pemain tersebut.

Kesegaran fisik, kemudaan dan semangat berapi-api mewarnai tjorak pasangan Indonesia. Satu hal jang masih membikin bimbang: Adakah pasangan muda ini bebas dari kegugupan pertandingan besar? Ini lebih banjak tergantung pada sikap Ade Chandra jang selalu mendjadi intjaran lawan.

Dengan segala kekurangan jang adapada pasangan Indonesia ini, orang meramalkan bahwa djalan menudju babak Final litjin adanja. Sebab pada umumnja tipe permainan Eropa jang mengandalkan tenaga dan ketjepatan (kesusu) kurang diimbangi dengan keluwesan pemain-pemain Asia. Lain soalnja djika pagipagi mereka sudah harus berhadapan dengan Boon Bee/Gunalan. Dan jang lebih penting arti pengiriman ke “All England 1972”, Indonesia berhasil menampilkan pemain-pemain baru disamping Rudy dan Muljadi. Satu langkah madju dalam persiapan mempertahankan Thomas Cup ditahun 1973.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: