Bahaya Sistem Coba-Coba (Kompetisi PSSI 1977)

Tempo 04 Februari 1978. HARI naas bagi Persija ternyata datang pada waktu dan tempat yang sama sekali tak mereka ininkan.
Di Stadion Utama Senayan, Jakarta hari, Sabtu, 28 Januari malam tim yang dianggap favorit menjuarai kompetisi PS Sl 1975-1977 ini kesandung di kaki pemain Persebaya: 4-3 (1-2). Turun ke lapangan dengan 3 muka baru (Dananjaya, Ali Tuharea, dan Suapri) tim Persija yang ditangani oleh pelatih asal Polandia, Marek ini nyaris tak menemui bentuk permainan yang padu sama sekali. Kita mulai saja kisah Persija ini dari lini belakang. Di bawah tiang gawang kesempatan untuk membuktikan ketrampilan diri diberikan Marek kepada Sudarno yang berusaha keras buat menggantikan kedudukan Ronny Pasla. Untuk pertandingan final yang menuntut kekuatan syaraf penempatan Sudarno itu perlu didiskusikan lagi. Mengingat penempatan posisi maupun mutu tangkapan Sudarno masih satu tingkat di bawah Ronny Pasla. Kekurangan Sudarno ini tak jarang mendebarkan hati bila lawan mulai menggiring bola ke area pertahanan Persija. Lihat saja, ketika penyerang tengah Persebaya, Joko Malis lepas dari penjagaan Oyong Liza. Sudarno hampir sama sekali tak berusaha untuk memperkecil ruang tembak lawan atau menyergap bola di kaki musuh. Sebaliknya Ronny Pasla. Juga bila gawang sudah kebobolan beruntun. Sudarno makin kehilangan kepercayaan pada diri sendiri. Kelemahan ini mungkin sudah penyakit semua kiper. Tapi dalam hal serupa Ronny Pasla tampak lebih bisa menguasai diri ketirnbang Sudarno. Gampang Dibaca Di garis pertahanan, kwartet Sirnson Rumahpasal – Oyong Liza – Suaeb Rizal – Dananjaya pun agak rapuh dan memperlihatkan permainan yang rutin. Kerapuhan yang terlihat jelas terutama di sisi kiri yang dikawal oleh Dananjaya. Tidak jarang musuh yang lepas dari penjagaannya merepotkan rekannya yang lain. Dananjaya belum selugas Johannes Auri. Kendati dirinya cukup berbakat. Pemain baru lain yang patut disayangkan pemasangannya dalam pertandingan final ini adalah Ali Tuharea. Ia yang ditempatkan sebagai gelandang kiri dengan tugas khusus menempel Hadi Ismanto ternyata tak mampu berbuat banyak menguntit lawan. Malah dirinya yang dipermainkan oleh Hadi Ismanto yang bergerak dalam semua lini. Akan tugas pendistribusian bola dari lapangan tengah tugas dipikulkan pada diri Suapri. Ia memang seorang pendistribusi bola yang berbakat dan mampu bergerak cepat. Tapi masih mentah dalam pengalaman. Dalam kondisi pertandingan seperti orang mau tak mau berpaling juga pada diri Junaedi Abdillah – dalam pertandingan final ini duduk di bangku cadangan. Sekalipun Junaedi Abdillah lebih lamban dibandingkan Suapri, namun ia lebih matang dalam membagi bola dan bisa membaca situasi. Mengharap lebih banyak dari Suapri, 19 tahun, dengan pemunculan pertamanya pada pertandingan besar agak berlebihan, memang. Tidak heran bila Perjija yang memakai pola 4-2-4 menuntut gelandang kanan, Suaeb Rizal bergerak turun naik. Seandainya tugas yang dibebankan pada Ali Tuharea dipikul oleh Sofyan Hadi atau Iswadi, mungkin Suaeb lebih bisa memusatkan diri pada pertahanan semata. Dan permainan bisa lebih hidup. Di lini depan, kwartet penyerang yang diharapkan mengobrak-abrik pertahanan lawan adalah Robby Binur Taufik Saleh – Anjas Asmara – Junius Sba. Tapi kerja sama antara mereka masih kurang utuh. Kelemahan terletak pada kiri luar, Junius Seba. Pada saat-saat kritis di daerah pertahanan lawan orang mau tak mau berpaling lagi pada Andi Lala. Karena Junius Seba, sekalipun mampu bergerak cepat, masih kurang taktis menghadapi musuh. Gerakannya gampang dibaca. Akan 3 penyerang lainnya bermain lumayan. Sukar Ditebak Di babak kedua, Marek mencoba untuk lebih menghidupkan permainan sembari memperkuat pertananan. lswadi dipasang menggantikan Anjas Asmara. Tak lama kemudian masuk pula Andi Lala menempati posisi Junius Seba. Tapi penggantian itu malah jadi petaka. lswadi yang diharapkan bisa berbuat banyak dalam mengkordinir kawan-kawannya ternrata tak ada apaapanya. Sebaliknya tanpa Anjas Asmara penyerangan malah jadi tumpul. Lain halnya, kalau yang ditarik Marek ke luar adalal Ali Tuharea. Dalam percakapan dengan dr. Suhantoro, salah seorang pembina klub Jayakarta di Ragunan, Minggu pagi Marek tampak menyadari kekeliruan tersebut. “Kesalahan saya mungkin terletak waktu mengganti Anjas,” kata Marek. Bagi Persebaya setelah 25 tahun gagal menjadi juara, penarikan Anjas Asmara tampak menguntungkan. Tugas kwartet Joedi – Rusdy Bahalwan – Wayan Diana – Soejanto sedikit jadi ringan. Karena serangan Persija mulai melemah. Lagi pula mereka sudah di atas angin ketika tembakan Joko Malis membuahkan gol ke-4. Sementara mereka baru kebobolan 2 kali. Sebetulnya Persebaya bisa mencetak beberapa gol lagi seandainya kiri dalam, Hadi Ismanto malam itu memusatkan diri sebagai penyerang. Tidak berlaku sebagai penjelajah. Adakah sukses yang diraih Persebaya merupakan gambaran berhasilnya sebuah pembinaan? Tak banyak yang bisa dipetik dari ukuran itu. Kecuali penampilan Joko Malis dan Johny Fahamsyah — 2 nama yang memberikan harapan bagi masa depan persepakbolaan nasional. Joko Malis maupun Johny Fahamsyah adalah tipe penyerang yang mengingatkan orang pada gaya permainan Sutjipto alias Gareng. Mereka bergerak dengan arah yang sukar ditehak. Gocekannya pun boleh. Buktinya, ketika Joko Malis berhadapan satu lawan satu dengan Oyong Liza, poros halang Persija ini tampak tak berdaya mengendalikan lawan. Padahal Oyong Liza sudah cukup banyak berpengalaman dalam menghadapi berbagai tipe permainan lawan. Kekalahan Persija kali ini bukanlah karena kehadiran Joko Malis atau Johny Fahamsyah maupun Hadi Ismanto di fihak Persebaya semata. Tapi tak lain dari sistim coba-coba Marek yang tidak ditopang oleh kwalitas pemain yang dipasang. Dan memang tak lebih dari itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: