Takdir Di Taiwan Open 1984

Tempo 21 Januari 1984. INDONESIA membuka lembaran bulu tangkis tahun 1984 dengan awal yang agak mengecewakan.
Dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Taiwan Terbuka di Taipei (12-15 Januari) hanya Ivanna Lie yang berhasil merebut gelar juara tunggal putri dari lima kejuaraan yang diperebutkan. Orang jadi dag-dig-dug, apakah Indonesia bisa berjaya, baik dalam All England bulan Maret maupun Piala Thomas dan Piala Uber bulan Mei mendatang. Kekuatan Indonesia menuju All England dan Piala Thomas barangkali baru bisa diperhitungkan setelah Liem Swie King, Icuk Sugiarto, dan Christian Hadinata tampil dalam Kejuaraan Jepang Terbuka, 18-22 Januari ini juga, Sedangkan untuk tim Piala Uber, Ferry Sonneville telah kehilangan otot yang akan ditonjolkannya kembali, dengan cederanya Verawati Fajrin dalam kejuaraan di Taipei itu. Nasib sial menimpa pemain berusia 26 tahun itu ketika dia melepaskan servis dalam kedudukan 3-1 pada set pertama, dalam perempat final melawan Dorte Kjaer. Dalam duel lob, mendadak pemain Denmark yang tidak punya nama itu membuat pukulan patah pinggang yang jatuh tajam di depan net. Verawati, yang berusaha menjangkau bola, langsung terjungkal di lantai dengan muka meringis kesakitan. Tak pernah dia menderita seperti itu. Verawati langsung dilarikan ke rumah sakit. Dari Lin Chan Tang, yang mengepalai bagian bedah rumah sakit itu, diketahui achilles tendon (urat keting-keting) Vera tidak hanya sobek, tetapi juga putus. “Mula-mula, saya mau mengambil chop di bagian kiri. Tiba-tiba saya terjatuh. Saya pikir keseleo biasa. Tapi saya tidak bisa berdiri lagi,” cerita juara dunia tahun 1980 itu dari pembaringannya kepada wartawan TEMPO, Rudy Novrianto (melalui percakapan telepon jarak jauh). Cedera di kaki kanannya itu membuat Vera harus beristirahat paling tidak enam bulan, sebagaimana dinasihatkan Dokter Tang, yang merawatnya. Mulai dari tapak kaki hingga sebatas paha, kakinya dibalut gips. Diperkirakan, baru dua bulan kemudian pembalut itu akan dibuka. “Selama dua bulan ini, mungkin saya akan disuruh latihan berjalan dengan tongkat,” ujar Vera. Achilles merupakan tendon (urat daging) yang paling kuat. Panjangnya sekitar 15 cm. Menurut catatan, kaum lelaki dan yang berusia setengah baya lebih gampang cedera. Urat ini dinamai achilles berdasarkan mitologi Yunani, yang menyebutkan bahwa Achilles, prajurit Yunani itu, terbunuh setelah tumitnya kena panah dalam Perang Troya. Robeknya keting-keting Verawati tidak akan mematikan kariernya. “Dalam waktu tidak lebih dari enam bulan, cedera itu akan sembuh dengan sempurna,” ujar dr. Rukni Hilmy Chehab, spesialis bedah tulang yang sering menangani kasus cedera para pemain sepak bola. Menurut Chehab, achilles Vera robek karena pemanasan dan kesiapan fisik yang belum sempurna. “Tegangan tendon yang dialaminya, ketika mengambil bola rendah, tidak dapat ditolerir Verawati, yang belum lama melahirkan dan latihannya terputus,” tutur Chehab. Verawati memang berhenti mengayunkan raket selama setahun karena menunggu kelahiran anaknya yang pertama. Begitu kuat niatnya untuk memperkuat regu Piala Uber Indonesia, sampai-sampai dia menyapih anaknya yang baru berusia satu bulan. “Dia sudah berusaha, tapi takdir tak bisa ditolak,” ucap suaminya, Fajrin, sebelum bertolak menjenguk istrinya ke Taiwan
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: