Minggu Ini Akan Mulai Masa Baru (Adam Malik Wakil Presiden)

Tempo 01 April 1978. KAMIS 23 Maret jam 19.50 Wakil Ketua DPR/MPR Mashuri mengetokkan palu pimpinan Maka berakhirlah sudah SU MPR 1978 setelah 13 hari penuh bersidang. Wapres terpilih Adam Malik mempersiiakan Sultan Hamengkubuwono untuk berjalan lebih dulu. Sultan menolak. Ia kemudian merangkul Adam Malik dan mempersilakan Wapres yang baru untuk berjalan di mukanya. Di muka mimbar Presiden terpilih Soeharto berpelukan dengan Wapres Adam Malik. lalu mereka bergantian berjabatn tangan dengan Sultan.

 

Musik Kepolisian Negara memperdengarkan lagu Rayuan Pulau Kelapa Tampaknya semuanya memang berakhir dengan, menurut Ketua Umum Golkar Amir Murtono, “happy end,” MPR telah berhasil menyelesaikan tugasnya.Disamping telah berhasil memilih Presiaden dan Wapres yang baru, Majelis juga telah menghasilkan ketetapan-ketetapan yang telah diserahkan pada Mandataris untuk dilaksanakannya dalam 5 tahun mendatang. Terjadinya walk out dan voting yang semula dianggap akan mengurangi sukses SU ini ternyata malahan kemudian dianggap pertanda bertumbuhnya dan makin dewasanya demokrasi Pancasila.

 Adam Malik

Presiden terpilih Soeharto, 56 tahun, dalam pidato pada acara pengucapan sumpah jabatan menerima pengangkatannya dengan penuh haru dan penuh tanggung jawab dan menganggap kepercayaan tugas yang diembankan padanya sebagai tugas yang berat. Presiden Soeharto juga mengatakan bahwa ia mengikuti dengan teliti segala pembicaraan sebelum dan sesudah SU MPR. “Saya mendengarkan dengan tekun memasukkan baik-baik dalam hati dan menyaring dalam pikiran apa yang disuarakan dengan keras dan lantang, apa yan disampaikan dengan lemah lebut dan halus.juga apa yang tidak terucapkan.Semuanya itu membantu saya memahami segala pikiran dan keinginan Rakyat yang berkembang di Majelis ini

 

Banyak dan beraneka ragamnya pendapat dan pikiran yang disuarakan para anggota MPR dalam menyuarakan hati nurani rakyat diakui oleh Soeharto.Ia berkeyakinan semua itu dengan penuh tanggungjawab “untuk membuat tumbuh dan mekar semakin indah taman sari demokrasi dan kostitusi yang kita semua bertekad untuk membuatnya makin kuat berakar dalam jiwa Bangsa Indonesia. Ia juga menyinggung tentang sumpah jabatan yang beberapa menit sebelumnya diucapkannya dalam sidang yang dihadiri 846 anggota tersebut. Saudara-saudara semua anggota Majelis yang terhormat dan para undangan lainnya yang hadir di sini menjadi saksi dari sumpah yang saya ucapkan. Berjuta-juta Rakyat Indonesia juga mendengarkannya melalui pesawat radio dan televisi. Hati saya sendiri mendengarkan dan mengiyakannya. Lebih dari semuanya itu Tuhan Yang Maha Mengetahui menyaksikan sumpah saya.

 

Dengan berpegang pada sumpah jabatan itu, Soeharto berjanji akan melaksanakan GBHN dan semua TAP MPR “dengan sekuat tenaga, dengan segala kemampuan lahir dan batin saya- dengan segala kesungguhan dan keikhlasan.”Diharapkannya agar seluruh Rakyat membantunya dengan dukungan, dorongan dan keikutsertaan dalam melaksanakan tugas-tugas- pembangunan dengan semangat persatuan dan kegotong-royongan” Juga diharapkan bantuan dari DPR, dukungan kerjasama yang kreatif dan korektif.

 

Pada 27 Maret 1968 Jendral Soeharto dilantik menjadi Presiden RI Pada 27 MAret 1973 ia dilantik untuk kedua kalinya. Kabarnya Presiden Soeharto sendiri mengingini lima tahun mendatang ini sebagai masa jabatannya yang terakhir. Lima tahun mendatang jadinya akan menjdi lima tahun yang penting untuk pak Harto. Wajar jadinya kalau dalam pidatonya 23 Maret itu ia mengatakan tentang tugasnya yang berat itu: “Namun, dengan dukungan dan ikut serunya seluruh Rakyat yang bahu membahu bersatu padu, dengan kerjasama dan pengawasan DPR, tugas-tugas berat itu Insya Allah akan dapat terlaksana dengan baik dan selamat.”

 

Pekan ini kabinet baru diumumkan dan dengan tim kerja yang baru ini Presiden Soeharto diharapkan akan melanjutkan pembangunan Bangsa dan Negara. Siapa saja yang bakal duduk? “Menurut perkiraan penggodokan itu baru akan selesai Selasa,” kata Menteri Sekneg Sudharmono. Tapi toh di luaran para “formatur partikelir” juga sibuk menebak-nebak siapa saja yang akan tetap duduk, termasuk yang pindah tempat, dan siapa saja akan tampil sebagai wajah baru. Misalnya sudah terdengar bahwa jumlah personalia kabinet kali ini akan lebih banyak dari sebelumnya. Juga akan ada beberapa Menteri Koordinator (Menko).Dikatakan pula akan ada Menko Ekuin, Menko Pertahanan/Luar Negeri dan Menko Kesra. 

 

Disebut-sebut Prof. Widjojo Nitisastro akan tetap mengetuai tim ekonomi dan keuangan. Sedang Jenderal Maraden Panggabean akan dipercayakan memegang Menko Pertahanan. Adapun Menko Kesra belum bisa ditebak sama sekali. Adakah para menteri ‘tehnokrat’ akan terus? Tak semua nampaknya Ada yang bilang Ali Wardhana, tapi ada pula yang bilang Prof. Sadli dan Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang akan pergi. Sementara itu wajah baru yang muncul konon Dr B.J. Habibie. Mensekneg diduga akan tetap dipercayakan pada Sudharmono, tapi katanya akan ada ‘orang baru’ di Departemen Penerangan. Letjen Ali Moertopo?Seorang pembantu dekatnya tak membantah dugaan tersebut. Tapi semua itu tentu saja baru dugaan. Yang pasti, seperti kata Sudharmono SH, “tunggu saja Rabu pagi.” Sebab memang pada akhirnya itu adalah hak prerogatif Presiden. Dan yang perlu ucapan selamat bekerja.

Sumber : Arsip Majalah Tempo Online

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: