Fokus Untuk Anak Kudus (Liem Swie King)

Liem Swie King

Liem Swie King

43/III 29 Desember 1973 Tempo. Dalam kejuaraan terbuka Singapura, pemain muda asal Kudus, Liem swie King, 17, memikat perhatian pers setempat. Coach fisik PBSI, Tahir Djide, menilai king punya kelebihan dan kemantapan emosional yang baik.

DI perkampungan atlit di Jalan Manila Senayan pekan lalu, Tahir Djide, Coach Fisik PBSI, baru saja memberi petunjuk-petunjuk kepada pemain-pemain yang baru pulang dari Singapura: untuk bersiap-siap pulang ke rumah masing-masing. Dan dari sekian gelar juara yang akan menyertai mereka, Tahir tak urung merasa perlu memberi seulas komentar buat pendatang bam Lim Soei King. “Anak ini punya kelebihan”, katanya pada Reporter TEMPO, Renville Almalsier, “ia masih muda”. Tapi bukan faktor muda saja, “dasar-dasar kemantapan emosionilpun cukup baik”, tambah Tahir.

Jika Kejuaraan Terbuka Singapura pada pertengahan Desember ini boleh dijadikan gelanggang coba-coba bagi penlain muda, usaha Persatuan Bulutangkis Singapura tidak sia-sia. Paling tidak ia telah memikat perhatian pers setempat untuk beberapa gelar utama yang dibawa pulang team Indonesia. Dan tentu saja termasuk di dalamnya debar pemain muda Lim. Ia yang menduduki tempat keempat bersama Svend Pri, dinilai memiliki hari depan untuk mewarisi apa yang dimiliki Rudy Hartono sekarang. Demikian muluk sanjungan The Straits Times.

Kudus. Dengan ukuran tinggi 1,70 meter dan berat 58 kg, pemuda kelahiran Kudus yang kini berusia 17 tahun, lebih dikenal sebagai adik Inawai dan Linawati – dia pemain Uber Cup Indonesia. “Waktu kakak saya main, saya masih kecil, jadi tak pernah melihat permainan mereka”, katanya dengan logat Jawa yang cukup medok. Karier bulutangkisnya dimulai pada Kejuaraan Junior Indonesia 1971 untuk nomor ganda. “Untuk partai Single waktu itu masih terlalu kecil”. Namun demikian dalam Kejuaraan Junior Jawa Tengah di Magelang ia sekaligus meraih gelar tunggal dan ganda. Juga dalam kegiatan POPSI Lim tampil sebagai juara. Setahun berikutnya, untuk pertama kalinya ia muncul di Senayan dalam Kejuaraan Invitasi Dunia 1972, tapi tersisihkan oleh Sangob. Dalam PON VIII ia mendapat medali perak di bawah Iie Sumirat. Ketika berjumpa kedua kalinya dengan Sangob, Soei King membuat revans 15–0, 15-8. Menilai kekalahannya setahun yang lalu, Lim hanya mengatakan bahwa “pada waktu itu kurang konsentrasi”.

Bagian atas. Pemalu dan pendiam, pemuda yang kini duduk di SMA Negeri Kudus kelas II jurusan Paspal, tidak menonjol dalam mata pelajaran jasmaninya. “Kekuatannya terletak pada kedua kakinya”, komentar Darmawansaputra, bekas pemain ganda Thomas Cup Indonesia, “yang diperlukan sekarang ialah bagaimana memberi bobot pada tenaga bagian atas. Toh bermain bulutangkis tidak hanya dengan tenaga kaki”. Mungkin penilaian Darmawan ada benarnya. Soei King dapat menempuh 100 meter dalam waktu 12,6 detik. Mengenai kelemahan ini Tahir Djide bukan tak melihatnya. “Soei King masih harus mengalami beberapa fase sebelum ia digenjot secara fisik. Biarkanlah dia berkembang bebas sampai pada waktunya, baru latihan fisik diberikan secara intensif. Saya takut kalau mulai sekarang dipaksakan, justru akan merusak permainannya”.

Kini Soei King berlatih 4 kali seminggu atas dasar kesadaran sendiri. Semula selalu ditunggui ayahnya. Tapi sejak ia berlatih bersama team rokok “Jarum”, Agus Susanto, bekas pemain Thomas Cup Indonesia, dengan teratur membimbingnya.

Apakah Lim akan pindah pula ke Jakarta, menggabung diri dengan pemain-pemain senior lainnya? Jawabnya tentu saja tergantung pada ayahnya. Sebab katanya: “Ayah tidak cuma mengizinkan saya main bulutangkis, tapi juga mendorong pelajaran sekolah mesti betul”. Tinggal bagaimana penilaian pimpinan PBSI, apakah sebaiknya ia tetap tinggal di daerah atau mensponsori pemain Kudus ini (tanpa melupakan syarat-syarat ayahnya) supaya lebih dekat dengan para pemain top PBSI lainnya. Potensi anak ini perlu digarap mulai sekarang juga.

Sumber : Arsip Majalah Tempo Online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: