Hukuman Buat Amril Nurman

Tempo 1september 1973. Amril Nurman, pemain Thomas Cup Indonesia, dihukum skorsing 3 bulan, tidak dibolehkan mengikuti pertandingan sejak 15 Agustus 1973. Hukuman itu dikeluarkan karena Amril melakukan indisipliner.

AMRIL Nurman, anggota regu Thomas Cup Indonesia yang ikut andil dalam mempertahankan piaLa Thomas bulan Juni lalu rupanya tidak begitu saja bis& kebal hukuman. Karena PBSI Jaya telah menjatuhkan hukuman skorsing selama 3 bulan ditambah masa percobaan selama 3 bulan pula. Berarti Amril dala.n rr asa itu tidak diperkenankan untuk serta dalam segala kegiatan nasional maupun internasional bulu tangkis. Ini berlaku sejak tanggal 15 Agustus 1973.

“Sebetulnya hal ini sudah lama, tapi kami baru tindak setelah selesai PON”, komentar Umar Sanusi Sekretaris I PBSI Jaya yang bertindak sebagai team manager regu Jaya dalam PON Vlll. Hukuman yang dikeluarkan selesai PON ini pun belum atau tidak dikeluarkan terang-terangan, karena menlrut Umar “Hukuman ini adalah hukuman disiplin, sekedar ia mawas diri dan agar jangan lupa diri”. Tindakan yang dilakukan pemain tunggal ketiga regu Thomas up itu dinilai indisipliner dan lebih banyak berkisar pada pribadi Amril. Namun Umar Sanusi masih bisa mengerti “Maklum dia anak muda, pandangannya belum luas. Kadang-kadang sebagai pemain top dia lupa kedudukan sebenarnya sebagai pemain Jakarta”.

Minta maaf. Tingkah laku Amril ini memang sudah disinyalir oleh PB PBSI selama training centre Thomas Cup “Waktu itu PB perllah konsultasi dengan PBSI Jaya. Tapi kita kasih jaminan akan melihat dulu dan akan mengawasi terus”, ujar Umar. Ini menurutnya diperhitungkan mengingat pertandingan Thomas Cup itu sendiri sudah dekat sementara Amril sendiri masih diharapkan prestasinya akan berkembang. Sejak itu pengawasan PBSI Jaya dilakukan dengan lebih ketat. Tetapi Amril rupanya masih mempunyai kelakuan yang susah untuk dirobah terutama menyangkut soal-soal organisasi. “Dia tidak indahkan ketentuan-ketentuan dalam pembinaan termasuk dalam tc dan persiapan-persiapan PON. Sesudah itu agaknya Umar tak berniat membeberkan keburukan-keburukan Amril mengingat yang bersangkutan sudah menyadari dan minta maaf.

Dalam PON yang lalu Amril bermain tanpa semangat. Ia dikalahkan oleh Sugeng dari Jateng, satu-satunya angka kekalahan Jaya dari Jateng (4–1). Sesudah kekalahannya pada set ke-2 dari Swie Ting team manager Jaya melihat seolah-olah set ini dilepas begitu saja. Mengapa Amril merosot padahal dalam stamina di antara pemain-pemain Thomas Cup paling baik? Di hadapan ketua PBSI Jaya, pemain ini bahkan mengatakan: “Males!”. Dan beberapa tindakannya seperti memprotes wasit garis juga menjadi pertimbangan dikeluarkannya putusan.

Melihat hal ini pula, maka Amril tidak diturunkan dalam pertandingan kejuaraan perorangan. Sebagai pimpinan Umar Sanusi dkk rupanya telah ban:yak dibuat makan hati oleh sikap anak yang satu ini. “Sejak dulu memang ia dikenal punya ide-ide humor, Thomas Cup ucapan-ucapannya memang memperlihatkan keangkuhan”, tambah Umar Sanusi pula. Secara pribadi, team manager Umar Sanusi selama PON berlangsung telah memperingatkan Amril agar menahan kelakuan-kelakuan yang tidak wajar dan agar bisa menilai diri sendiri. Tetapi tiada jalan lain rupanya. Dan jatuhlah skorsing ini. “Dan ini pula. Karena itu ia yakin tindakan ini akan disetujui PB. “Tugas kami bukan saja pematangan jura dalam permainan saja tapi juga fisik dan mental”, ujarnya. Hal kesulitan seperti nampaknya tidak hanya dialami Jaya karena, “Amril idem dito dengan Iie”, kata pimpinan komda Jabar pada Umar.

Sumber : Arsip Majalah Tempo Online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: