Kisah M & 4 Benggali

rudy1

Rudy Hartono

Kisah mistik dalam perebutan piala Thomas 1967 mem pengaruhi PBSI dan regu Thomas Indonesia. Namun bukan regu Indonesia saja yang percaya mistik, ternyata regu Denmark, Thailand dan India juga.

ADA 4 orang Benggali yang akan hadir malam itu. Karena itu harus hati-hati, jangan sampai ia menyentuh pundakmu”, kata seorang dukun pada tokoh M. Ucapan ini merupakan cuplikan kisah mistik dalam perebutan Piala Thomas 1967 di Istora, Senayan. Rupanya apa yang dicemaskan sang dukun, akhirnya kejadian juga. Tokoh M bagaikan kena pukau, ketika seorang bersorban putih menyapa dengan ramah sambil memegang bahanya. Wajahnya pucat seketika. Pantangan dukun telah terlanggar rupanya.

Kini M tinggal pasrah pada Tuhan, menanti apa yang bakal terjadi selanjutnya. Muljadi turun ke lapangan. Set pertama lawan membuatnya tak berkutik. Sewaktu Mul menemukan kembali bentuk permainannya, terjadilah apa yang memang harus terjadi. Scheele, Honorary Referee menghentikan pertandingan, karena situasi penonton yang mulai tak terkendali. Caci maki pengunjung segera tertumpah pada Scheele, dan Pak Tua di tuding sebagai biang kerok. Pada waktu itulah M menyendiri dan menyesali dirinya yang telah melanggar pantangan.

Cerita mistik ini kembali hangat, ketika seorang wartawan olahraga dimintaipendapat dalam acara tukar fikiran dengan PBSI di gedung KONI minggu pertama yang lalu. Sikap rendah hati si wartawan yang terlalu yakin team Indonesia akan menang, dituangkannya dalam bentuk seloroh: “llanya dukun barangkali yang dapat mengalahkan regu Indonesia”. Gurauan itu ditanggapi oleh Sudirman, Ketua Umum PBSI dalam bentuk upaya pengamanan tradisionil lihat laporan: Usaha Mengamankan Piala Thomas. Sehingga prasangka adanya faktor dukun di belakang team Indonesia, kian jelas adanya.

Ramli Rikin, bekas Non Playing Captain regu Piala Thomas 1958 adalah orang yang tahu banyak akan peri laku yang demikian. Kecuali berpendapat bahwa pola kelakuan yang begitu disebabkan oleh ketegangan batin yang meningkat dari seorang pemain, selebihnya ia tak ikhlas untuk membeberkan. “Terus terang saja saya tak mau bicara, mungkin rahasia ini akan terbawa mati oleh saya”, kalanya pada TEMPO. Meski demikian Ramli Rikin mengakui juga adanya tindakan pengamalan mistik yang dilakukan secara perorangan tentu saja bagi mereka yang percaya. Ferry Sonneville misalnya, menjelang pertandingan besar begitu berkonsentrasinya hingga ia tak mau makan selain buah-buahan dalam kaleng. Ada pula yang percaya raket atau handuknya tidak boleh dilangkahi sebelum bertanding. Dan “ada pemain yang harus pergi ke Kramat Tunggak terlebih dahulu sebelum bertanding”, tambah Ramli Rikin.

Akan cerita mistik di kalangan pemain-pemain luar negeri, tak kurang pula asyiknya. Team Denmark dalam beberapa kali perebutan Piala Thomas, tak pernah ketinggalan membawa maskot babinya. Thailand tentu juga ada. Apalagi India, yang terkenal sebagai negeri leluhur mistik dan sihir. Dan agaknya perebutan Piala Thomas tahun ini merupakan pertandingan mistik yang terseru, karena di dalam arena permainan Rudy cs jelas lebih tinggi kwalitasnya.

Sumber : Arsip Majalah Tempo Online

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: