Jakarta Seusai “Lengser Keprabon”

KOMPAS,  Jumat, 22 Mei 1998. Jakarta, Kompas . Pergantian presiden tampaknya tak terlalu menjadi perhatian warga di seputar Jakarta. Tidak terlihat adanya luapan kegembiraan berlebihan atau konvoi-konvoi warga berkeliling kota menyambut presiden baru. Tampaknya warga tidak begitu peduli akan peristiwa besar itu.

Di seluruh penjuru kota, suasana tampak normal. Walau hari libur, lalu lintas kendaraan cukup ramai, seperti dipantau Kompas di Jl Jend  Sudirman, Jl MH Thamrin, Jl Kwitang, Jl Kramat Raya, Jl Salemba, Jl Gajah Mada, Jl Manggadua, Jl Gunung Sahari, Jl Jatinegara Timur, Jl Otista, Jl Dewi Sartika, Jl Kalibata, Jl Pasar Minggu, kawasan Mampang Prapatan. Beberapa warga terlihat bergerombol di pinggir jalan, antara lain di Jl Gunung Sahari, Jl Otista, tetapi tidak membicarakan presiden baru. Mereka hanya sedang menunggu angkutan umum.

Kerumunan massa yang bergembira menyambut pengunduran diri Presiden Soeharto justru hanya terlihat di Gedung DPR/MPR dan sekitarnya. Para mahasiswa yang mengerumuni pesawat televisi di lobi Lokawirasabha DPR berteriak dan berjingkrak kesenangan begitu mendengar Presiden Soeharto mundur. Setelah berjingkrak dan bersalam-salaman. Mereka berlarian ke tangga utama DPR sambil menyanyikan lagu Sorak-sorak Bergembira.

   Seiring berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya, mereka menaikkan bendera Merah Putih setengah tiang menjadi satu tiang penuh. Jaket almamater yang berwarna-warni dilepaskan, karena mereka beranggapan bahwa aksi telah berubah menjadi pesta rakyat. Bahkan, belasan mahasiswa mengekspresikan kegembiraan dengan menceburkan diri ke kolam air mancur di halaman depan Gedung DPR/MPR.

   Seorang mahasiswi Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) meneteskan air mata setelah mendengar berita mundurnya Soeharto. “Saya bahagia sekali,” ujarnya singkat sambil terus menangis. Sementara Ari, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Indonesia mengatakan, perjuangan mereka belum tuntas. “Setelah Pak Harto turun, masih ada masalah, siapa yang akan menggantinya. Lagi pula, tidak hanya orangnya yang diganti, tapi sistem juga perlu diperbaiki,” tegasnya. Hal senada diungkapkan Anton, mahasiswa Universitas Dr Moestopo, dan Eki, mahasiswa Fakultas Sastra UI.

   Sementara Iwan yang tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat mengatakan, ia tidak mau ketinggalan momen bersejarah ini. “Begitu saya mendengar Presiden mengundurkan diri, saya pergi ke Gedung DPR,” ujarnya. Untuk itu dia rela berjalan kaki dari perempatan Slipi sampai ke Gedung DPR yang berjarak sekitar dua kilometer. Iwan tidak mengalami kesulitan memasuki gedung DPR yang dijaga ABRI dan mahasiswa. “Saya hanya menunjukkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) saja, lalu boleh masuk,” katanya.

   Hingga Kamis sore, suasana di depan gedung wakil rakyat itu masih marak.Puluhan kendaraan masih parkir seenaknya, baik di pinggir Jalan Gatot Subroto maupun di dalam jalan tol. Ribuan warga masih setia menyaksikan aksi “pendudukan” gedung MPR/DPR oleh mahasiswa.

   Di Jl Gatot Subroto, hanya dua dari empat lajur yang bisa dilalui kendaraan. Itu pun pengendara harus hati-hati karena kendaraan yang diparkir sangat tidak beraturan dan warga menyeberang di sembarang tempat. Di jalan tol, lalu lintas juga tersendat karena banyaknya kendaraan yang diparkir dan penyeberang jalan.

   Tetapi di luar kawasan Gedung MPR/DPR, suasana Jakarta tampak lengang. Di pusat pertokoan yang selamat dari amuk massa pekan lalu, seperti Megamal Pluit, Pasarsenen, Pasarbaru, Manggadua, sama sekali tidak terlihat adanya kesibukan. Toko-toko masih tutup.

   Pusat rekreasi warga Jakarta, Taman Impian Jaya Ancol juga lengang meskipun sejumlah muda-mudi terlihat menikmati udara pantai. Dunia Fantasi yang biasanya dipadati pengunjung pada hari-hari libur, kemarin tutup. Sekitar 10 keluarga dengan anak-anaknya harus kecewa menatap loket-loket Dunia Fantasi yang tertutup.

Atasi secepatnya 

   Menanggapi pergantian presiden, Tabrani (48) seorang petugas SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) Buaran, Jakarta Timur, menyatakan perasaannnya biasa-biasa saja. Tidak ada kegembiraan atau kesedihan.

Baginya, yang penting adalah segera pulihnya ekonomi dan rakyat mudah mencari nafkah, mencari kerja, dan turunnya harga barang, terutama barang kebutuhan pokok.

   Pernyataan Tabrani segera disambung seorang sopir angkutan kota KWK (Koperasi Wahana Kalpika) yang sedang mengisi bensin. “Yang penting aman sejahtera Pak,” katanya. Mendengar percakapan singkat tersebut, seorang pedagang asongan lalu bertanya: “Sudah ganti ya Pak?” Ia hanya tersenyum malu ketika ditanya pendapatnya. “Orang kecil ini, yang penting mudah cari makan,” katanya.

   Widodo (35) karyawan sebuah bank yang tinggal di Depok masih ragu apakah presiden baru bisa segera memperbaiki ekonomi yang terlanjur compang-camping. Tetapi ia juga tidak tahu jawaban terbaik atas tuntutan reformasi di kalangan mahasiswa dan rakyat. “Mungkinkah ini yang terbaik?” kata warga yang mengaku sangat mendukung tuntutan reformasi.

   Suroto (52) warga Cipete, Jakarta Selatan, mengaku sangat terkejut dengan pergantian presiden yang terkesan sangat mendadak. Pensiunan sebuah perusahaan swasta yang mengaku selama tiga hari berturut-turut selalu mengikuti dari dekat denyut mahasiswa di Gedung DPR/MPR itu ragu, apakah presiden baru itu diterima oleh banyak pihak, terutama mahasiswa. “Sebab tuntutan mahasiswa adalah Sidang Istimewa,” katanya.

   Menurut dia, aparat keamanan harus segera mengantisipasi kemungkinan terburuk. Ia menilai, munculnya pro-kontra terhadap pengalihan jabatan presiden itu mungkin bisa memicu timbulnya konflik di masyarakat. Karena persoalannya sangat serius, maka konflik tersebut harus secepatnya diselesaikan dengan baik.

   Seorang warga lainnya, Freddy, malah tidak puas. “Saya menyambut baik pengunduran diri itu, tetapi apa yang diinginkan mahasiswa dan warga kelihatannya belum tercapai. Tapi saya harapkan agar pemerintahan yang sekarang harus cepat memperbaiki keadaan, terutama kondisi ekonomi. Kalau tidak, kepercayaan rakyat malah makin parah,” katanya

Tangerang dan Bogor

   Di Bogor, pengunduran diri Soeharto dari jabatan presiden disambut dengan memotong sapi dan kambing, masing-masing sembilan ekor. Sapi dan kambing itu dipotong selama tiga hari berturut-turut dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitarnya di daerah Perumahan Bogor Baru.

   Warga yang memotong kambing dan sapi itu adalah Ki Gendeng Pamungkas, paranormal yang tinggal di daerah Bogor Baru, Kotamadya Bogor. Ki Gendeng Pamungkas mengatakan, penyembelihan hewan itu sebagai kaul. Kaul itu akan ditutup dengan 40 nasi tumpeng pada hari ketiga, yakni Sabtu malam.

   Kamis siang ratusan warga setempat menyaksikan pemotongan kambing dan sapi yang dilaksanakan di samping rumah Ki Gendeng Pamungkas, yang didahului dengan penyulutan petasan. Diperkirakan, tiap kepala keluarga di seputar tempat tinggal Ki Gendeng Pamungkas itu, akan menerima pembagian daging sekitar dua kilogram.

   Ki Gendeng dengan singkat mengatakan, pihaknya ingin bersukacita dengan warga setempat sambil membagikan daging atas pengunduran diri Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden RI. Di wajah Ki Gendeng Pamungkas masih menampakkan rasa murung, karena dari pandangannya sebagai paranormal, pengunduran diri Soeharto masih akan disusul dengan situasi yang tak menggembirakan sekurang-kurangnya 38 hari sejak Soeharto mengundurkan diri.

   Di Tangerang, kendati kegembiraan terpancar dari sejumlah warga, setelah Soeharto menyatakan berhenti, situasi Kotamadya/Kabupaten Tangerang masih lengang. Jalan-jalan sepi dari mobil pribadi maupun angkutan umum. Sedangkan toko-toko sebagian besar tutup.

   Di kota-kota kecamatan di wilayah pantai utara Tangerang, seperti Pakuhaji, Teluknaga, dan Mauk, tak ada perubahan suasana ketika ada pengumuman Soeharto berhenti sebagai presiden.

   Seorang pemilik warung makanan ringan yang ditemui di Tanjunganom, Kecamatan Pakuhaji, Kamis sekitar pukul 13.00, mengaku belum tahu Soeharto mengakhiri jabatannya sebagai presiden, dan tak tahu siapa penggantinya. “Habis saya tidak punya televisi,” katanya.  (msh/ssd/gg/pun/mul/nas/lom/cc/uu/tra/oki)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: