SEA Games XVI Ditutup Indonesia Pastikan Yang Terbaik

KOMPAS, Jumat, 6 Desember 1991 . Manila, Kompas. Perjuangan berat atlet-atlet terbaik Indonesia hampir selama dua pekan di Manila akhirnya membawa hasil. Kontingen Indonesia yang berjumlah 805 orang dengan gagah berani mampu mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di Asia Tenggara. Dengan perolehan medali 92 emas, 88 perak, dan 69 perunggu, kontingen Indonesia memastikan diri menjadi juara umum SEA Games XVI Manila yang ditutup hari Kamis.

Kalau Presiden Filipina, Corazon Aquino secara khusus memberikan ucapan selamat kepada kontingen Indonesia dalam pidato penutupan rasanya tidak terlalu berlebihan. Di bawah tekanan yang begitu berat baik dari dalam mapun luar lapangan, kontingen Indonesia masih mampu melepaskan diri dan akhirnya mengukuhkan tetap sebagai yang terbaik di kawasan ini.

    Dalam sejarah keikut-sertaan Indonesia di SEA Games, apa yang dialami di Manila merupakan yang paling menegangkan. Untuk memastikan sebagai juara umum, kubu Indonesia harus menunggu hingga perlombaan terakhir yaitu maraton putri.

    Satu medali emas yang direbut pelari maraton putri Maria Lawalata di saat tirai kejuaraan bakal diturunkan, memberikan keunggulan satu medali emas atas tuan rumah Filipina yang terus bertarung gigih untuk mencapai ambisi menjadi peraih medali terbanyak sampai hari terakhir.

    Filipina yang sempat dua kali mengguncang jantung kubu Indonesia ketika memimpin perolehan medali di dua hari pertama dan menjelang akhir SEA Games, mendapatkan 91 emas, 62 perak dan 84 perunggu. Suatu prestasi paling spektakuler bagi negeri yang tengah dilanda aneka persoalan ini, mulai dari bencana alam, ekonomi, sampai politik. Bahkan tahun 1981 ketika menjadi penyelenggara mereka hanya mampu meraih 55 medali emas. Tujuh kali berpartisipasi sebelumnya Filipina hanya bisa mendapatkan 287 emas sejak 1977, sedang tahun ini sekali pukul mereka mendapat 91 buah.

    Tetapi kemenangan Indonesia yang ketujuh kalinya ini sejak keikutsertaan 1977 ini (sekali kalah tahun 1985 di Bangkok), sedikit ternoda, ketika pada hari terakhir kemarin atlet angkat besi Daryanto dinyatakan oleh panitia penyelenggara MANSOC (Manila SEA Games Organizing Committte) positif menggunakan doping. Belum disebutkan jenis obat yang terdapat dalam air seninya. Tetapi dari hasil pengujian dua sampel urinenya, semua terbukti positif. Daryanto merebut medali emas di kelas 60 kg, dengan memecahkan rekor SEA Games yang sudah bertahan selama 10 tahun. Daryanto secara total mengangkat barbel 270 kg untuk memperbaiki rekor lama atas nama Sori Enda Nasution, 265 kg yang dibuat di Manila tahun 1981.

    Oleh panitia kemarin juga diumumkan seorang atlet lagi sudah terbukti positif doping dalam pengujian sampel A. Atlet tersebut bertanding di hari keenam. Belum disebutkan nama, asal negara dan cabang yang diikutinya. Cukup aneh, karena justru Daryanto diumumkan dengan terbuka, yang jelas mencoreng muka kita di hari yang mestinya menjadi penuh kenangan indah itu. Inilah Filipina.

Paling Seru

    Inilah pertarungan paling seru sejak dimulainya pesta olahraga Asia Tenggara ini tahun 1959, sewaktu masih bernam SEAP Games. Pertarungan gelar juara umum, sebagai pengumpul medali terbanyak, masih ditentukan sampai perebutan emas terakhir.

    Tidak seperti biasanya, dimana Indonesia sudah dapat memastikan gelar juara umum bahkan sebelum pertandingan berakhir. Di Manila, tuan rumah di luar dugaan menjadi penantang sangat serius di berbagai cabang.

    Tuan rumah memimpin perolehan di dua hari pertama. Baru di hari ketiga, Indonesia mulai memimpin, tetapi di hari kesembilan, Filipina menggeser lagi kedudukan Indonesia dengan keberhasilan di tinju, berjaya di wushu serta cabang lainnya.

    Drama pertarungan ini menjadi lebih seru, karena banyak negara yang mengajukan berbagai keberatan akan sistem penjurian. Indonesia dan Thailand mengajukan protes di cabang tinju. Vietnam di taekwondo. Federasi SEA Games terpaksa mengadakan pertemuan beberapa kali untuk membahas berbagai permasalahan yang ada.

    Drama lain adalah dikembalikannya medali emas renang 4 x 100 m gaya bebas putra kepada tim renang Filipina. Sebelumnya, walau masuk finis pertama, tim renang Filipina didiskualifikasi karena dianggap memperlambat pertandingan. Ini disebabkan Leo Najera yang celana renangnya robek waktu akan dimulai pertandingan terpaksa harus menggantikan celana terlebih dahulu. Pertarungan yang juga diwarnai banyak protes tentang ketidak-adilan. Peserta bukan tuan rumah menuduh sistem penjurian yang menguntungkan tuan rumah. Tetapi chef de mission Filipina Freddie Mendoza mengeluh balik dengan ketidakadilan yang mereka terima di beberapa cabang seperti renang, tenis, dan loncat indah.

    Melihat hasil di Manila, prestasi atlet Indonesia bisa dibilang baik. Sebelum berangkat kontingen sudah mencanangkan akan merebut sekitar 92 sampai 93 medali emas untuk tetap mempertahankan gelar juara umum.

    KONI Pusat pesimis Indonesia bisa mencapai prestasi 102 medali emas seperti yang diperoleh dua tahun lalu di Kuala Lumpur, karena cabang panen medali emas seperti pencak silat, dan ski air tidak dipertandingkan lagi. Apalagi di cabang baru wushu dan squash, yang ternyata menjadi ladang medali tuan rumah. Dari beladiri wushu, Filipina merebut 10 medali emas dari 14 yang dipertandingkan.

    Dari 32 cabang yang dipertandingkan, prestasi paling baik Indonesia tampaknya dicapai dalam judo. Dengan keperkasaan latihan selama dua bulan di Jepang, judo Indonesia berhasil mempertahankan 10 medali emas sama seperti yang dihasilkan di Kuala Lumpur dua tahun lalu. Sepuluh medali emas ini berarti 12 persen dari keseluruhan medali emas yang diperoleh. Tidak dapat pula dipungkiri sukses anggar menambah perolehannya dari 7 menjadi 9 di tengah optimisme tuan rumah.

    Loncat indah, dayung, dan panahan menyapu seluruh emas yang diperebutkan. Bulu tangkis, dengan saingan berat Malaysia menyumbangkan enam medali emas dari tujuh yang diperebutkan. Renang cukup berhasil, dengan perolehan sembilan medali emas. Elfira Rosa Nasution menjadi bintang dengan lima emas, disusul Richard Sam Bera dengan empat emas. Balap sepeda mampu melampuai target dengan merebut lima emas, dengan satu emas hilang ketika Puspita Mustika Adya dikerjai tuan rumah di nomor ITT.

    Sepakbola menjadi cabang beregu yang memberi kenangan manis di akhir perlombaan ketika mereka mempersembahkan medali emas setelah menang 4-3 dari adu penalti melawan Thailand. Bola voli belum lagi bisa mengawinkan kedua medali emas putra putri. Dengan putra bermain kesetanan untuk menundukkan Thailand 3-2 di final, putri menyerah begitu mudah 0-3 di final, juga dari Thailand.

    Boling melalui Poppy Tambis berhasil menembus kandang harimau dengan meraih emas perseorangan, begitu pula dengan Sukamdi yang secara tak terduga menjadi juara di cabang golf.

    Basket putri mencatat sejarah dengan merebut medali perak setelah kalah dari Thailand di final tetapi di putra sejarah belum dibuat karena medali perunggu belum bisa diperoleh. Polo air yang sempat berlatih selama lima bulan di Yugoslavia dan diharapkan merebut medali emas untuk menumbangkan dominasi Singapura selama 26 tahun, malah terperosok ke tempat ketiga. Sepak takraw juga mencatat sejarah dengan merebut medali perunggu baik untuk tim maupun beregu.

    Selain keberhasilan, beberapa cabang masih harus memperbaiki diri karena mereka belum berhasil memenuhi target yang ditetapkan KONI Pusat. Tenis dengan tidak hadirnya Yayuk Basuki, Suzanna Anggakusuma dan Daniel Heryanto, hanya bisa merebut dua medali emas dari tujuh yang diperebutkan. KONI menghendaki mereka merebut empat medali emas. Manajer tim Indonesia Dali Sofari mengatakan ada faktor non teknik, masalah perwasitan yang membuat mereka tidak berhasil. Taekwondo yang bermaksud menjadikan mereka yang terbaik di Asia Tenggara harus mengubur ambisinya dalam-dalam karena hanya bisa mendapat 2 emas dari 16 kelas pertandingan. Sebelum pergi mereka mengharapkan sedikitnya 6 medali emas.

    Tinju dengan bekal latihan 3 bulan di Jerman juga hanya merebut 2 medali emas dari empat emas yang dihendaki KONI. Filipina merajalela dengan 8 emas. Tenis meja dengan bekal latihan di Korut juga pantas dikatakan gagal dengan hanya tiga medali emas. Dengan target lima medali emas, sebelum pertandingan mereka menargetkan sendiri untuk menyapu bersih seluruh tujuh emas yang tersisa. Kekalahan yang memalukan terjadi di final beregu putri, ketika Rossy Syehbubakar dan  kawan-kawan ditumbangkan oleh Vietnam.

Kasus Doping

    Mengenai kasus dopin, Daryanto ketika ditemui di upacara penutupan Stadion Atletik Rizal Memorial, dia sama sekali tidak menduga hasil tes urinenya akan positif.

    “Rasanya saya tidak minum apa-apa. Saya hanya minum vitamin yang diberikan pelatih, sama seperti yang diminum atlet lain,” katanya.

    Bagi Daryanto, ini untuk kedua kalinya dia terbukti positif menggunakan doping. Di PON Jakarta tahun 1989, Daryanto dihukum skorsing selama 2 tahun karena juga terbukti positif. Karena selama menjalani masa hukuman, Daryanto bersikap baik dan meminta maaf kepada pengurus besar PABBSI, dia akhirnya dipanggil kembali ke pelatnas.

    “Wah, hasil latihan keras selama ini jadi percuma saja,” kata Daryanto mengenai medali emas yang menurut MANSOC akan dicabut. Medali emas tersebut diberikan kepada atlet Indonesia lainnya, Sugiono yang sebelumnya merebut medali perak.

Selamat Indonesia

    Tepat pukul 18.00 Waktu Manila hari Kamis (5/12), Presiden Corazon Aquino menutup SEA Games XVI dalam sebuah upacara yang penuh diisi pertunjukkan musik.

    “Ketika saya memberi ucapan selamat kepada juara umum tahun ini, Indonesia dan semua negara peserta lain, mari kita bersama-sama tetap mengenang akan perjuangan penduduk di kawasan ini untuk mencapai kesejahteraan lebih baik. Untuk perjuangan tersebut, semua negara adalah juara,” kata Presiden Filipina Corazon Aquino.

    Para atlet yang berbaris dalam cabang olahraga yang mereka ikuti terlihat santai berbaur seperti melupakan persaingan selama 12 hari.

    Setelah resmi ditutup, Ketua Federasi SEA Games yang juga Ketua Komite Olimpiade Nasional Filipina, Jose Sering, menyerahkan bendera SEA Games kepada Ng Ser Miang, Wakil Ketua KONI Singapura. Singapura akan menjadi tuan rumah SEA Games XVI.

    Presiden Corazon Aquino sebelumnya menyerahkan hadiah untuk atlet terbaik SEA Games masing-masing perenang tuan rumah Eric Buhain dan pelari Thailand Raewadee Srithoa. Eric merebut enam medali emas dari kolam renang sementara Reawadee meraih tiga medali emas dari atletik dengan tiga rekor baru SEA Games.

    Setelah upacara formal penutupan, syaraf para atlet yang sudah bertanding dalam salah satu Pesta Olahraga ASia Tenggara paling seru dihibur oleh sejumlah besar artis terkenal Filipina. Mereka di antaranya Jose Mari Chan, melantunkan lagu-lagu cinta, persahabatan dan natal. Pesta ditutup dengan pertunjukkan kembang api.

    Ketua Panitia penyelenggara (MANSOC) Peter Garuccho kepada wartawan dalam jumpa pers hari Kamis siang tidak dapat menyembunyikan kegembiraan dengan hasil yang diperoleh kontingen Filipina.

    “Ternyata dengan segala kekurangan kami dalam persiapan, atlet-atlet kami berhasil mencapai prestasi sebaik ini,” kata Garrucho yang juga adalah Menteri Perdagangan dan Industri Filipina.

    Tentang penyelenggaraan secara keseluruhan, Garrucho mengatakan pertandingan berjalan dalam suasana baik dan berlangsung adil. Menanggapi keluhan dari beberapa negara tentang sistem perwasitan, Garrucho mengatakan hal itu merupakan kerikil-kerikil saja.

    “Itu kan hanya keluhan di cabang tertentu saja, tetapi secara keseluruhan, saya bisa mengatakan penyelengaraan berjalan sempurna,” katanya dengan nada datar.*

KOMPAS,  Jumat,  6 Desember 1991

PARA PEMAIN PSSI SEA GAMES DAPAT PENSIUN SEUMUR HIDUP

 

Manila , Kompas

      Sebagai hadiah atas keberhasilan merebut medali emas SEA Games Manila, para pemain sepakbola Indonesia akan menerima pensiun seumur hidup. Pensiun itu berupa uang sebesar Rp 50.000 setiap bulan. Khusus untuk Robby Darwis yang juga merebut emas di tahun 1987, menerima uang Rp 100.000 per bulan karena sudah dua kali turut membawa Indonesia menjadi juara sepakbola.

    Ketua Umum PSSI, Kardono kepada sejumlah wartawan di Manila Hotel Manila hari Kamis (5/12) mengatakan, bantuan itu datang dari donatur yang bangga atas keberhasilan Indonesia merebut medali emas sepakbola hari Rabu malam, yang mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-3.

    “Saya tidak bisa memberikan keterangan siapa yang memberikan, karena yang bersangkutan menolak disebutkan namanya. Tetapi ini memang manifestasi kegembiraan sepakbola Indonesia,” kata Kardono sambil  menambahkan, pihaknya masih terbuka terhadap siapa saja yang bersedia memberikan hadiah bagi para pemain sepakbola. “Dan pasti saya akan menyalurkannya tanpa ada potongan sedikitpun,” tambahnya sambil tertawa.

    Berbicara mengenai keberhasilan tim, Kardono melihat pola latihan yang menekankan pada faktor fisik merupakan kunci. “Lihat saja, mereka bermain hampir tanpa istirahat, tetapi mereka ternyata berhasil,” kata Kardono yang sudah menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi menjadi Ketua Umum PSSI.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: