Taufik Rebut Emas

KOMPAS Minggu, 22 Agustus 2004  . Athena, Kompas. Pebulu tangkis Taufik Hidayat akhirnya menyelamatkan wajah Indonesia dengan merebut medali emas nomor tunggal putra, Sabtu (21/8), di Goudi Complex, Athena. Di final Taufik menjungkalkan pebulu tangkis Korea Selatan, Shon Sheung-mo, dua set langsung 15-8, 15-7. Sukses Taufik sekaligus mempertahankan tradisi emas kontingen Indonesia yang dimulai di Olimpiade Barcelona 1992.

   Beberapa jam sebelumnya, Sony Dwi Kuncoro juga menyumbangkan medali perunggu. Sony, yang sebelumnya kalah dari Shon Sheung-mo di semifinal, mengalahkan atlet Thailand, Boonsak Polsana, dalam play-off perebutan perunggu.

   Secara keseluruhan, sampai dengan Sabtu, Indonesia merebut satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Medali perak dipersembahkan lifter putri Lisa Rumbewas, dan satu perunggu lainnya disumbangkan ganda putra bulu tangkis Flandy Limpele/Eng Hian.

   Sebelum berangkat ke Athena, kontingen Indonesia banyak dikhawatirkan tidak bisa mempertahankan tradisi medali emas, bahkan dari cabang bulu tangkis yang selalu menyumbang emas sejak Susi Susanti dan Alan Budikusuma mengawalinya di Barcelona 1992. Naik turunnya penampilan Taufik dan Sony membuat optimisme merebut emas sangat tipis. Apalagi, China menurunkan atlet-atlet putra terbaiknya di sektor tunggal, seperti Lin Dan, Bao Chun Lai, dan Chen Hong.

   Namun, ketiga pebulu tangkis terbaik China itu justru tumbang di babak-babak sebelum perempat final. Ini memuluskan langkah Taufik dan Sony melaju sampai ke semifinal. Taufik bisa lolos ke final setelah mengalahkan Boonsak Polsana, sementara Sony dijegal Shon Sheung-mo.

   Wartawan Kompas Arbain Rambey dari Athena melaporkan, gedung bulu tangkis Goudi serasa di Istora Senayan saat Taufik Hidayat bertanding melawan Shon Seung-mo. Pada pertandingan yang tiketnya ludes terjual itu, bahasa Indonesia terdengar di mana-mana, lagu Halo Halo Bandung dan Maju Tak Gentar terus berkumandang. Selain itu, warna Merah Putih ada di mana-mana.

   Dan, Taufik tidak mengecewakan pendukungnya. Emas Olimpiade diraihnya dengan kemenangan 15-8, 15-7 dalam waktu 44 menit. Setelah memegang wajah dengan kedua tangannya, berjongkok beberapa saat, Taufik kemudian memeluk pelatihnya, Mulyo Handoyo, sambil menangis.

   “Kemenangan ini untuk Indonesia. Juga untuk pelatih saya ini. Tidak ada yang bisa memisahkan kami lagi,” kata Taufik tentang pelatihnya itu.

   Dalam jumpa pers seusai pengalungan medali, Taufik memang menekankan bahwa setelah mengalami berbagai problema, baik pribadi maupun organisasi, akhirnya ia merasa telah kembali ke kondisi pertandingan dengan kembalinya Mulyo menangani dirinya.

   Sementara itu, ratusan warga Indonesia, termasuk puluhan awak kapal Westerdam dan Rotterdam yang hadir menonton, menyatakan puas walau harus membayar mahal. Harga tiket resmi pertandingan final adalah 30 euro (sekitar Rp 330.000) per lembar. Dan karena langka, di tangan catut harga tiket ada yang mencapai 50 euro per lembarnya.

Akurasi tinggi

   Pertandingan Taufik dan Shon berlangsung dalam permainan tempo tinggi. Bola-bola cepat terus terjadi, sementara permainan net selalu disambung dengan lob dan smes.

   Seperti yang sudah-sudah, Taufik tampak lambat panas. Pendukung Indonesia sempat khawatir melihat Shon dengan teratur terus menambah angka sampai mendahului 6-0 di game pertama.

   “Saya agak nervous di awal pertandingan. Tradisi emas bulu tangkis Indonesia membuat saya tegang karena hanya sayalah harapan emas itu. Tapi, setelah beberapa saat, saya bisa tenang dan fokus,” kata Taufik.

   Pada titik ini terjadilah titik balik. Shon yang semula tampak dominan ganti yang tertekan. Sebuah titik balik yang drastis sebab pukulan-pukulan Shon seperti membentur tembok. Semua kembali dengan arah yang acak dan menyulitkan. Tidak seperti permainannya yang sudah-sudah, Shon banyak mati langkah.

   Taufik merebut satu angka, 1-6, kemudian Shon menambah satu angka, 1-7. Setelah itu Taufik melaju tanpa banyak kesulitan, 14-7.

   Pada game kedua, walau selalu terdesak, Shon tetap ulet dalam mengumpulkan angka. Ia tampak tidak menyerah dengan kekalahannya dalam kelas permainan. Ia selalu mengembalikan bola Taufik dengan kondisi apa pun, termasuk sambil terjatuh. Di game kedua, ia mendahului 3-0 sebelum Taufik melaju lagi sampai 12-3.

   Akan tetapi, Shon yang ulet tidak kunjung menyerah. Saat Taufik sedikit mengendurkan tekanan di kedudukan ini, Shon melaju lagi tiga angka, 6-12. Keuletan Shon menimbulkan kekaguman tersendiri. Dalam jumpa pers, terungkap bahwa Shon relatif melihat hanya dengan satu mata. Mata kiri Shon terkena shuttle cock saat berusia 15 tahun sehingga korneanya rusak.

Dominasi China

   Dari cabang tenis meja, China meraih emas kelima secara berturut-turut untuk nomor ganda putra di arena Olimpiade. Kepastian prestasi spektakuler China didapat setelah pasangan peringkat pertama, Ma Lin dan Chen Qi, mengalahkan pasangan Hongkong, Ko Lai Chak dan Li Ching.

   Ma dan Chen yang peringkat dua serta tujuh dunia untuk nomor tunggal terlalu tangguh dan terlalu cepat untuk dilawan oleh Ko dan Li. Meski sempat mendapat perlawanan sengit di set ketiga dan keempat, Ma dan Chen menang dengan skor 11-6, 11-9, 7-11, 11-8, 8-11, 11-5.

   Kemenangan Ma dan Chen juga merupakan sinyal keseriusan China menyapu bersih medali emas di cabang tenis meja untuk ketiga kalinya. Sebelumnya, di Atlanta 1996 dan Sydney 2000, putra-putri China tidak menyisakan satu pun medali emas untuk negara lain.

   Dari cabang balap sepeda trek, tim Jerman harus berjuang keras dulu sebelum mengalahkan Jepang untuk meraih medali emas di nomor sprint putra. Jerman, yang beranggotakan Jens Fiedler, Stefan Nimke, dan Rene Wolff, mencatat waktu tercepat 43,980 detik untuk menggusur Jepang. (Reuters/joy)

Sumber : Koran Kompas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: