Category Archives: Internasional

Perjanjian Camp David Mesir – Israel

Camp-David_waTempo 31 Maret 1979. DOA dan kerja keras Presiden Carter lima hari di Timur Tengah memperlihatkan hasilnya awal pekan ini. Yaitu Presiden Sadat dan Perdana Menteri Begin menandatangani perjanjian damai Israel-Mesir di Gedung Putih. Di tengah kemarahan sebagian besar pemimpin negara Arab, Sadat secara resmi mengakui Israel setelah 30 tahun menolak kehadirannya lewat 4 perang besar mahal dan menelan banyak jiwa. 

 

Di Washington Sadat dan Begin dieluh-eluhkan sebagai “pahlawan perdamaian.” Tapi yang secara langsung menikmati perjanjian damai itu Carter sendiri. Ketika bertolak ke Timur Tengah awal Maret, popularitas Carter sudah melorot hingga cuma 37%. Kebijaksanaan dalam negerinya — inflasi dan pengangguran — dan kegagalannya di Iran secara bersama membuatnya tidak populer. Continue reading

Menunggu Revolusi Babak Ke-II (Revolusi Iran 1979)

Tempo 10 Maret 1979. DI TEHERAN orang tak lagi berkumpul di sekolah puteli yang pernah dikosongkan untuk jadi markas revolusi penggulingan Shah Iran. Ayatullah Khomeini kini sudah berada di Qum, 160 Km dari ibukota, kota suci tempat 16 tanun yang lalu ia mengajar di madrasahnya. Awal Maret ini di depan ribuan orang yang mengelu-elukannya ia berpislato: “Sisa hidup saya, satu atau dua tahun lagi, akan saya manfaatkan menggerakkan kalian meneruskan perjuangan ini.” Continue reading

Sandera Dan Sindroma Stockholm (RMS )

Tempo 25 Maret 1978. 3 Maret yang baru lalu gerombolan RMS beraksi kembali dan menyandera 70 orang di kantor gubernuran Drene, Assen, di Negeri Belanda. Tapi syukurlah kecemasan dan rasa takut yang mencekam lelaki, wanita dan anak-anak itu, tidak berkepanjangan. Besoknya pasukan Marinir sudah berhasil melumpuhkan perbuatan jahat teroris. Continue reading

Ghaddafi: wajah dan tangannya

Tempo 11 Juni 1977. BERPANGKAT kapten berusia 27 tahun tanpa pertumpahan darah, Muammar Ghaddafi berhasil menggulingkan Raja Idris pada tanggl 1 September 1967.
Hubungan internasional pertama yang dilakukannya setelah mengambil alih kekuasaan adalah dengan Mesir. Kepada utusan khusus Mesir. Mohamad Heikal, yang datang ke Libya pada hari terjadinya kudeta, Ghaddafi berkata: “Beritahu Presiden Nasser bahwa revolusi ini kami lancarkan untuknya. Dia boleh mengambil apa saja dari sini dan menanbahkakannya kepada bagian dunia Arab yang lain untuk digunakan dalam peperangn”. Pada hari yang sama. Ghaddafi yang sebelumnya sama sekali tidak dikenal. bahkan juga di kalangan bangsanya yang berjumlah hampir 2 juta, mendesak Mesir untuk menerima Libya dalam suatu pergabungan. Continue reading