Category Archives: Nasional

Jakarta Seusai “Lengser Keprabon”

KOMPAS,  Jumat, 22 Mei 1998. Jakarta, Kompas . Pergantian presiden tampaknya tak terlalu menjadi perhatian warga di seputar Jakarta. Tidak terlihat adanya luapan kegembiraan berlebihan atau konvoi-konvoi warga berkeliling kota menyambut presiden baru. Tampaknya warga tidak begitu peduli akan peristiwa besar itu.

Di seluruh penjuru kota, suasana tampak normal. Walau hari libur, lalu lintas kendaraan cukup ramai, seperti dipantau Kompas di Jl Jend  Sudirman, Jl MH Thamrin, Jl Kwitang, Jl Kramat Raya, Jl Salemba, Jl Gajah Mada, Jl Manggadua, Jl Gunung Sahari, Jl Jatinegara Timur, Jl Otista, Jl Dewi Sartika, Jl Kalibata, Jl Pasar Minggu, kawasan Mampang Prapatan. Beberapa warga terlihat bergerombol di pinggir jalan, antara lain di Jl Gunung Sahari, Jl Otista, tetapi tidak membicarakan presiden baru. Mereka hanya sedang menunggu angkutan umum. Continue reading

Advertisements

1986: Mari Kuliah Ke Depok (Universitas Indonesia pindah kampus)

kampus ui salembaTempo 30 September 1978. TAHUN 1986 Universitas Indonesia akan boyong. Pindah ke daerah Depok. Sekitar 25 km ke arah selatan dari kampus yang sekarang. Di lingkungan kebun pepaya, singkong dan rambutan, kampus baru itu memang lebih nyaman daripada pusat kota yang berisik. Rencana induknya sudah dibuat. Bagaimana bentuk kampus baru itu delapan tahun mendatang juga sudah bisa dibayangkan dari sebuah maket yang tersimpan di Jalan Salemba 4. 

 

Berdiri di atas tanah seluas 300 ha, seluruh bangunannya akan menghabiskan Rp 40 milyar. Mungkin nantinya UI akan merupakan kampus yang terbesar di Indonesia. Selain gedung utama untuk perkuliahan, sudah tentu ada asrama yang cukup besar. Lapangan bola dan kolam renang juga tersedia. Semua itu mulai dibangun Desember mendatang. “Kami tak pernah menduga kalau bakal dapat kampus baru,” kata Rektor UI, Prof Dr Mahar Mardjono. Continue reading

Tahun Ajaran Mundur (Dimana Daoed Joesoef Menyandung)

Tempo 15 Juli 1978 . PEROMBAKAN sistim pendidikan belum mulai. Beberapa tokoh masyarakat sudah melontarkan reaksi keras terhadap pengunduran tahun ajaran baru sampai bulan Juli, mulai tahun depan.”Jangan jadikan anak-anak didik kita kelinci percobaan terus-menerus,” ujar Prof Sunarjo SH, bekas rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan bekas menteri dalam negeri. Continue reading

Minggu Ini Akan Mulai Masa Baru (Adam Malik Wakil Presiden)

Tempo 01 April 1978. KAMIS 23 Maret jam 19.50 Wakil Ketua DPR/MPR Mashuri mengetokkan palu pimpinan Maka berakhirlah sudah SU MPR 1978 setelah 13 hari penuh bersidang. Wapres terpilih Adam Malik mempersiiakan Sultan Hamengkubuwono untuk berjalan lebih dulu. Sultan menolak. Ia kemudian merangkul Adam Malik dan mempersilakan Wapres yang baru untuk berjalan di mukanya. Di muka mimbar Presiden terpilih Soeharto berpelukan dengan Wapres Adam Malik. lalu mereka bergantian berjabatn tangan dengan Sultan. Continue reading

Selamat Datang, 10.000 (ex Tapol)

Tempo 24 Desember 1977. DI ujung Timur Indonesia, dua kapal jenis LST akan berada di tengah laut lepas pekan ini. Berlayar antara P. Buru dan Surabaya, isinya 1.500 tahanan G-30-S. Mereka telah dibebaskan.
Mereka menuju Jawa. Di ujung Barat Indonesia, hari Selasa yang sauna ketika kapal itu bertolak, suatu upacara pembebasan berlangsung pula. Kaskopkamtib Sudomo, disaksikan oleh sejumlah dutabesar asing dan wartawan yang datang di Tanjung Kasau, Asahan menyambut kira-kira 500 tahanan yang dilepas di Sumatera Utara. Serentak dengan itu di seluruh Indonesia sejumlah besar tahanan pun dikeluarkan dari kurungan mereka yang lama setelah rata-rata 10 tahun. Continue reading

Cerita Pendek-Pendek Saja Untuk …

Tempo 25 Juni 1977. CERITA MAHMUD Jakarta, jam 05.30 pagi: Dan Mahmud, 32 tahun, melompat dari tempat tidurnya. Daerah Rawasari mulai bangun.
Ia buru-buru ke kamar mandi. Namun didapatinya bak sudah kosong. Dengan setengah mengumpat ia terpaksa meraih gagang pompa kodok. Mahmud mulai memompa air. Suaranya menderit-derit membangunkan tetangga di sebelah menyebelah. “Diamput”, seorang tetangga asal Surabaya memaki di bantalnya yang bau. Mahmud sendiri agak ogah-ogahan. Dan kini ia, 15 tahun yang Ialu datang dari Sulit air, Sumatera Barat, berfikir tentang air ledeng. Tapi tidak. Ia tak mau bermimpi. Baru saja, di minggu pertama bulan ini ia membaca di koran, bahwa dari 5,5 juta penduduk Jakarta ini baru 25 hingga 30% saja di antaranya yang sudah menikmati air bersih lewat pipa-pipa Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya. Continue reading

Nyuwun pangestu, pak … (transmigrasi)

Tempo 11 Desember 1976. INILAH peristiwa terbesar dalam sejarah transmigrasi di Indonesia. Awal Desember ini di sepanjang tepi jalan sejak pelabuhan Telukbayur sampai desa Sitiung (Sumatera Barat), penduduk setempat berjejal menyambut.
Dengan beberapa bus, rombongan bergerak lewat Solok dan Padang dengan iringan bunyi-bunyian Telepong dan Reog Pororogo. Trip pertama gelombang awal ini terdiri dari 100 kepala keluarga (448 jiwa). Sampai Maret nanti akan menjadi 2.000 kk (65 517 jiwa) yang akan ditempatkan di 4 desa baru kabupaten Sawahlunto Sijunjung: Sitiung, Tiuamang, Silalang (aung dan Koto Salak. Mereka adalah transmigran sukarela ‘bedol desa’ asal 41 desa (6 kecamatan) daerah Wonogiri, Jawa Tengah, yang terkena proyek waduk serba guna Gajah Mungkur. Waduk itu sendiri akan berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik, pengairan dan menanggulangi banjir rutin Bengawan Sala. Sambutan masyarakat ‘urang awak’ cukup ramah. Continue reading