Category Archives: Olah Raga

SEA Games XVI Ditutup Indonesia Pastikan Yang Terbaik

KOMPAS, Jumat, 6 Desember 1991 . Manila, Kompas. Perjuangan berat atlet-atlet terbaik Indonesia hampir selama dua pekan di Manila akhirnya membawa hasil. Kontingen Indonesia yang berjumlah 805 orang dengan gagah berani mampu mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di Asia Tenggara. Dengan perolehan medali 92 emas, 88 perak, dan 69 perunggu, kontingen Indonesia memastikan diri menjadi juara umum SEA Games XVI Manila yang ditutup hari Kamis.

Kalau Presiden Filipina, Corazon Aquino secara khusus memberikan ucapan selamat kepada kontingen Indonesia dalam pidato penutupan rasanya tidak terlalu berlebihan. Di bawah tekanan yang begitu berat baik dari dalam mapun luar lapangan, kontingen Indonesia masih mampu melepaskan diri dan akhirnya mengukuhkan tetap sebagai yang terbaik di kawasan ini.

Continue reading

Advertisements

Pertandingan itu Terlalu Berat Untuk Semua

KOMPAS, Senin, 20 Mei 2002. SEGALA macam perasaan campur aduk memenuhi hati sebagian besar pencandu bulu tangkis yang hadir di Tianhe Gymnasium, Minggu (19/5), begitu Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor tipis 3-2 di final Piala Thomas 2002. Sebelum pukulan Hendrawan masuk ke lapangan Muhammad Roslin Hashim yang mengubah skor menjadi 8-7, 7-2, 7-1 sekaligus membawa Indonesia merengkuh kembali Piala Thomas, hanya ada satu rasa yang ada, yaitu ketegangan tiada tara.

Ketegangan yang begitu memuncak juga dirasakan oleh para juru foto yang meliput di tepi lapangan pertandingan. Para pewarta foto yang sebagian besar berasal dari dua negara yang bertemu di final, Indonesia dan Malaysia, bahkan saling berbisik bahwa mereka tidak seperti menunggu momen-momen penting dan indah untuk direkam ke dalam kamera masing-masing. Continue reading

Taufik Rebut Emas

KOMPAS Minggu, 22 Agustus 2004  . Athena, Kompas. Pebulu tangkis Taufik Hidayat akhirnya menyelamatkan wajah Indonesia dengan merebut medali emas nomor tunggal putra, Sabtu (21/8), di Goudi Complex, Athena. Di final Taufik menjungkalkan pebulu tangkis Korea Selatan, Shon Sheung-mo, dua set langsung 15-8, 15-7. Sukses Taufik sekaligus mempertahankan tradisi emas kontingen Indonesia yang dimulai di Olimpiade Barcelona 1992.

   Beberapa jam sebelumnya, Sony Dwi Kuncoro juga menyumbangkan medali perunggu. Sony, yang sebelumnya kalah dari Shon Sheung-mo di semifinal, mengalahkan atlet Thailand, Boonsak Polsana, dalam play-off perebutan perunggu.

   Secara keseluruhan, sampai dengan Sabtu, Indonesia merebut satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Medali perak dipersembahkan lifter putri Lisa Rumbewas, dan satu perunggu lainnya disumbangkan ganda putra bulu tangkis Flandy Limpele/Eng Hian. Continue reading

Emas Dari Kido/Hendra, Ganda Campuran Korea Selatan Lebih Bagus

KOMPAS, Senin, 18 Agustus 2008. Beijing, Kompas. Kegembiraan meledak di tribun penonton Indonesia ketika smes Hendra Setiawan tak mampu dikembalikan pasangan China, Cai Yun/Fu Haifeng. Markis Kido menjatuhkan diri di lapangan dan pelatih Sigit Pamungkas berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan kedua pemainnya.

Momen bersejarah di Beijing University of Technology Gymnasium, Sabtu (16/8), itu mengantarkan medali emas pertama, dan satu-satunya, bagi kontingen Indonesia di Olimpiade Beijing 2008. Bulu tangkis, cabang yang diharapkan mempertahankan tradisi medali emas Olimpiade, memenuhi target mereka saat Kido/Hendra menaklukkan Cai Yun/Fu Haifeng, 12-21, 21-11, 21-16.

 “Kami bangga bisa mempertahankan tradisi emas dan meneruskan prestasi yang sudah diraih Ricky (Subagja)/Rexy (Mainaky)serta Candra (Wijaya)/Tony (Gunawan) di Olimpiade. Ini juga hadiah untuk ulang tahun kemerdekaan Indonesia,” ujar Kido setelah pertandingan. Continue reading

Rebut Piala Thomas, Republik Indonesia Masih Ada

KOMPAS, Senin, 25 Mei 1998  .Hongkong, Kompas. Kemelut politik yang memuncak dalam dua pekan terakhir ini serta gonjang-ganjing ekonomi yang belum mereda, benar-benar membuat nama Indonesia terpuruk di dunia internasional. Namun para pebulu tangkis putra Indonesia membuat dunia harus tetap memandang keberadaan negeri ini setelah hari Minggu (24/5) merebut Piala Thomas.

 Regu putra Indonesia memperpanjang dominasinya sebagai tim bulu tangkis terbaik di dunia setelah menaklukkan regu Malaysia 3-2. Inilah gelar ke-11 bagi Indonesia sepanjang sejarah Piala Thomas, tiga kali terakhir bahkan secara berturut-turut.

Ucapan terima kasih pantas disampaikan kepada pasangan Rexy Mainaky/Ricky Subagdja, Hermawan, dan Sigit Budiarto/Candra Wijaya. Mereka mampu memperlihatkan penampilan terbaik untuk memastikan kemenangan tim Indonesia yang sempat ketinggalan setelah tunggal pertama Indonesia, Hariyanto Arbi dipaksa menyerah pemain terbaik Malaysia, Ong Ewe Hock 14-18, 7-15. Continue reading

Thomas-Uber Bersanding Lagi

KOMPAS Minggu, 22 Mei 1994. Jakarta, Kompas. Mengharukan! Membanggakan! Sulit memang untuk diucapkan dengan kata-kata keberhasilan yang dicapai para atlet bulu tangkis Indonesia dengan menyatukan kembali dua piala lambang supremasi bulu tangkis beregu, Piala Thomas dan Piala Uber, setelah terpisah sejak tahun 1975, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (21/5) malam.

Hasil 3-0 yang dibuat Ardy B Wiranata dengan mengalahkan Ong  Ewe Hock 15-11, 15-5, menjadikan regu Indonesia kembali meraih Piala Thomas untuk kesembilan kalinya, yang terakhir kali didapat tahun 1984 Sekaligus hasil itu juga menyatukan dengan Piala Uber yang malam sebelumnya berhasil direbut Susi Susanti dkk. dengan mengalahkan Cina 3-2 di tempat yang sama. Continue reading

Indonesia Rebut 2 Emas Bulutangkis Olimpiade

KOMPAS, Rabu, 5 Agustus 1992.  Barcelona, Kompas. Susi Susanti dan Alan Budikusuma benar-benar membuat sebuah  persembahan gemilang yang tidak pernah bisa dilakukan pemain sekaliber Rudy Hartono maupun Tjuntjun/Johan Wahyudi di masa keemasan mereka. Kedua “pasangan emas” itu membawa Indonesia  memasuki era emas setelah hari Selasa masing-masing merebut medali  emas bulu tangkis Olimpiade Barcelona.

Untuk pertama kali sepanjang sejarah keikutsertaan di arena olimpiade, Indonesia kemarin mampu mendapat dua medali emas sekaligus. Susi Susanti, 22 tahun, mengawali masa emas Indonesia  dengan memenangkan tunggal putri setelah menundukkan pemain Korea Selatan, Bang Soo-hyun 5-11, 11-5, 11-3.

Sejam kemudian Alan Budikusuma melengkapi kegemilangan Indonesia di nomor tunggal putra dengan menumbangkan rekannya sendiri, Ardy B. Wiranata dengan dua set langsung 15-12, 18-13. Continue reading