Category Archives: Badminton

Pertandingan itu Terlalu Berat Untuk Semua

KOMPAS, Senin, 20 Mei 2002. SEGALA macam perasaan campur aduk memenuhi hati sebagian besar pencandu bulu tangkis yang hadir di Tianhe Gymnasium, Minggu (19/5), begitu Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor tipis 3-2 di final Piala Thomas 2002. Sebelum pukulan Hendrawan masuk ke lapangan Muhammad Roslin Hashim yang mengubah skor menjadi 8-7, 7-2, 7-1 sekaligus membawa Indonesia merengkuh kembali Piala Thomas, hanya ada satu rasa yang ada, yaitu ketegangan tiada tara.

Ketegangan yang begitu memuncak juga dirasakan oleh para juru foto yang meliput di tepi lapangan pertandingan. Para pewarta foto yang sebagian besar berasal dari dua negara yang bertemu di final, Indonesia dan Malaysia, bahkan saling berbisik bahwa mereka tidak seperti menunggu momen-momen penting dan indah untuk direkam ke dalam kamera masing-masing. Continue reading

Emas Dari Kido/Hendra, Ganda Campuran Korea Selatan Lebih Bagus

KOMPAS, Senin, 18 Agustus 2008. Beijing, Kompas. Kegembiraan meledak di tribun penonton Indonesia ketika smes Hendra Setiawan tak mampu dikembalikan pasangan China, Cai Yun/Fu Haifeng. Markis Kido menjatuhkan diri di lapangan dan pelatih Sigit Pamungkas berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan kedua pemainnya.

Momen bersejarah di Beijing University of Technology Gymnasium, Sabtu (16/8), itu mengantarkan medali emas pertama, dan satu-satunya, bagi kontingen Indonesia di Olimpiade Beijing 2008. Bulu tangkis, cabang yang diharapkan mempertahankan tradisi medali emas Olimpiade, memenuhi target mereka saat Kido/Hendra menaklukkan Cai Yun/Fu Haifeng, 12-21, 21-11, 21-16.

 “Kami bangga bisa mempertahankan tradisi emas dan meneruskan prestasi yang sudah diraih Ricky (Subagja)/Rexy (Mainaky)serta Candra (Wijaya)/Tony (Gunawan) di Olimpiade. Ini juga hadiah untuk ulang tahun kemerdekaan Indonesia,” ujar Kido setelah pertandingan. Continue reading

Usaha Mengamankan Piala (Piala Thomas 1973)

Rudy Hartono

Rudy Hartono

Tempo 26 Mei 1973. Persiapan pemain bulu tangkis regu Thomas Indonesia sudah mantap. Namun Pujianto bekas pelatih teknik team piala Thomas mengharapkan para pemain tak bersikap takabur terhadap kekuatan lawan. SIAPA yang bisa merebut Piala Thomas dari Indonesia? Hampir semua orang — baik yang ahli maupun yang awam tidak merasa ragu, lawan mana yang mampu mengalahkan regu Piala Thomas Indonesia. Dengan kata lain, dewasa ini Indonesia secara relatif memiliki material pemain yang jauh lebih mantap dalam menghadapi lawan-lawannya di babak final turnamen Piala Thomas (25 Mei — 3 Juni 1973) Keyakinan ini bukan saja datang dari penggemar-penggemar bulu tangkls di warung-warung kopi, malahan diakui pula oleh bekas pemain-pemain Piala Thomas yang laln.

Continue reading

Kisah M & 4 Benggali

rudy1

Rudy Hartono

Kisah mistik dalam perebutan piala Thomas 1967 mem pengaruhi PBSI dan regu Thomas Indonesia. Namun bukan regu Indonesia saja yang percaya mistik, ternyata regu Denmark, Thailand dan India juga.

ADA 4 orang Benggali yang akan hadir malam itu. Karena itu harus hati-hati, jangan sampai ia menyentuh pundakmu”, kata seorang dukun pada tokoh M. Ucapan ini merupakan cuplikan kisah mistik dalam perebutan Piala Thomas 1967 di Istora, Senayan. Rupanya apa yang dicemaskan sang dukun, akhirnya kejadian juga. Tokoh M bagaikan kena pukau, ketika seorang bersorban putih menyapa dengan ramah sambil memegang bahanya. Wajahnya pucat seketika. Pantangan dukun telah terlanggar rupanya. Continue reading

Detik Bergesernya Komposisi

Ferry Sonneville

Ferry Sonneville

Materi pemain Indonesia dalam turnamen Thomas Cup IX terkuat dalam sejarah. Agar tercapai hasil yang maksi mal, Rudy ditunjuk sebagai vice captain. Krisis memuncak ketika berlangsung pertemuan soal komposisi tim.

AKHIRNYA Scheele tiba, disertai Betty sang isteri dan sebatang tongkat menopang langkahnya yang pincang. “Yang terang hari ini saya sudah datang”, katanya pada pers, menolak alasan kalau fihak OC yang menyebabkan keterlambatan Sekjen IBF ini. “Kami menghendaki satu dunia yang bersahabat”, katanya menjawab pertanyaan reporter TEMPO, Renville Imatsier, mengenai kemungkinan RRT mengambil bagian dalam Turnamen Thomas Cup yang akan datang. Ia mengambil contoh Jerman Barat dan Jerman Timur yang duduk berdampingan di forum IBF. Tapi sampai sekarang belum ada permintaan dari RRT sendiri. Dan Scheele menambahkan bahwa masuk nya RRT bukan berarti Taiwan harus keluar — sampai dengan ketentuan IBF.Beranjak ke turnamen Thomas Cup yang sedang berlangsung, Scheele yang masih bercucuran peluh oleh panasnya udara Kemayoran, mengatakan: “Indonesia seharusnya favorit, tapi kemungkinan bisa saja terjadi yang tak terduga seperti Thai bisa mengalahkan Malaysia .” Continue reading

Menang Dengan Sambel Terasi (Rebut 4 Gelar All England 1979)

Liem Swie King

Liem Swie King

Tempo 07 April 1979. Ia adalah orang yang pernah dikecewakan. Hampir 1 tahun namanya tak tercantum di antara atlit terpilih yang memasuki pelatnas.Tahun 1977, seusai PON IX, ia dipanggil kembali, dan dijodohkan dengan Verawaty Wiharyo. Ternyata tak mengecewakan Dalam Asian Games 1978 di Bangkok, mereka berhasil merenggut medali emas dalam nomor perorangan.Di final All England, 2 pekan lalu, pasangan Imelda dan Verawaty berhasil meraih lagi gelar juara –pasangan wanita kedua dari Indonesia yang memboyong trophy All England, setelah Minarni dan Retno Kustiyah di tahun 1968. Imelda juga merenggut gelar juara All England di nomor ganda campuran bersama Christian Handinata. Nomor ini belum pernah dimenangkan oleh pemain Asia selama ini. Tapi, “saya masih penasaran,” kata Imelda seusai kejuaraan, lantaran juara ganda puteri dunia 1979, Emiko Ueno dan Yonekura, dari Jepang tak ikut di All England. Continue reading

Bintang Baru ? (Lius Pongoh)

lius pongohTempo 03 Maret 1979. DALAM seleksi pemain untuk turnanen All England di gedung C Senayan, Jakarta, seorang pemain muda, belum begitu terkenal, mengalahkan Heryanto Saputra — jago yang mempecundangi Luan Chin dari RRC dalam Asian Games VIII, Bangkok.

Lius Pongoh, 18 tahun, pelajar kelas II IPS di sekolah khusus olahragawan SMA Ragunan, bukan hanya mengalahkan Heryanto. Juga pemain nasional, Hadianto, dan Hastomo Arbi. Ia cuma tersisih oleh Dhani Sartika, pemain cadangan tim Piala Thomas (1976). Prestasi itu telah mengantar Lius ke dalam tim Indonesia untuk kejuaraan All England di London Maret ini bersama Liem Swie King, Dhani Sartika, Christian Hadinata, Ade Chandra, Tjuntjun, Johan Wahyudi, Heranto Saputra, dan Kartono. Di bagian puteri tercatat nama Verawaty Wiharyo, Tjan So Gwan, Theresia Widyastuti, Ruth Damayanti, dan Imelda Wiguna. “Papa mendorong saya,” kata Lius. Ayahnya, Darius Pongoh adalah pelatih bulutangkis untuk anak-anak di klub Tangkas. Continue reading