Category Archives: Bola Internasional

Tango Kaisar dari Napoli, Argentina Juara Dunia 1986

maradonaTempo 5 Juli 1986. STADION Azteca, Meksiko, bagaikan diserbu suporter Argentina. Suara teriakan: “Argentina … Argentina . . . Argentina . . .,” terdengar gemuruh beberapa kali, begitu Dieo Armando Maradona, kapten tim Argentina, menerima piala kemenangan dari Presiden Meksiko Miguel de la Madrid.

Wajah bintang Argentina itu cerah ketika menerima piala emas yang menjadi lambang supremasi sepak bola dunia itu. Lalu, disaksikan lebih dari seratus ribu penonton, anak muda berambut ikal lebat yang tengah dipuja publik sepak bola itu mencium Piala FIFA yang baru diterimanya. Presiden Madrid, yang ketika menyerahkan tropi tadi didampingi tamunya, Kanselir Jerman Barat Helmut Kohl, sang Presiden FIFA Jao Havelange, tersenyum lebar dan kemudian bertepuk tangan melihat tingkah pahlawan Argentina itu. Continue reading

Advertisements

AKHIRNYA Favorit Jerman Barat merebut mahkota Kejuaraan Dunia (Piala Dunia 1974)

Tempo 13 Juli 1974. Mengulangi peristiwa 20 tahun lalu di Kejuaraan Dunia 1954 Swiss — kalah sekali lawan Hongaria di pool, tapi berhasil membuat revans di final kesebelasan asuhan Helmut Schoen yang ditundukkan oleh tetangganya Jerman Timur, sekali lagi menunjukkan kemampuannya untuk mengalahkan team Belanda yang tak terkalahkan selama menjelang puncak turnamen. Dengan demikian dari 7 pertandingan Jerman Barat mencatat 5 kali menang I seri dan I kalah dengan perbandingan gol 13-4, mengungguli juara ke-2 Belanda yang mencatat 5 menang 1 seri dan 1 kalah dengan perbandingan gol 15-3. Kenyataan ini menumbangkan hipotesa: permainan agresif menyerang, terbuka dan tertutup ibarat kerjanya katup yang hanya mengincar jumlah gol seperti yang dipraktekkan pola “total football”-nya Johan Cruyff dkk bukanlah jaminan mutlak untuk memenangkan suatu turnamen besar.

Argentina, Sang Juara Dunia 1978

Tempo 1 Juli 1978. Argentina berhasil sebagai juara dunia setelah mengalahkan kesebelasan Belanda di Stadion River Plate, Buenos Aires. pencetak gol terbanyak, Mario Kempes, bintang kesebelasan Argentina. (or)
SUASANA di Argentina, dulu apalagi kini, masih tetap riuh dan panas. Tapi sewaktu Mario Kempes dan Ricardo Bertoni berhasil menjaringkan 2 gol kemenangan ke gawang kiper Jan Jongbloed dalam final Piala Dunia di stadion River Plate, Buenos Aires sore Minggu, 25 Juni lalu dan sekaligus mengantar tim Argentina ke tangga juara, negeri itu tiba-tiba berubah menjadi sorga. Anggur dan Champagne mengguyur tenggorokan warga Argentina sepanjang malam di mana-mana. Gol kemenangan yang menyisihkan kesebelasan Belanda itu terjadi dalam perpanjangan waktu. Setelah 2 x 45 menit pertama kedua tim finalis itu berbagi angka seri 1-1. Continue reading

Protes Tostao & Disiplin Katchalin

bra_tostaoTim sepak bola Brazil, Cruzeiro bertemu Dynamo dari Soviet. Cruzeiro menampilkan keterampilan individu dan kebebasan improvisasi. tim Soviet, sebaliknya, amat berdisiplin. Cruzeiro menang 3-1.HALO Tostao, berapa gol anda mau tjetak sore ini?”Disapa dimuka umum dilobby Kartika Plaza, Tostao jang pendiam bangkit djuga temperamen Amerika Latinnja. Sambil mengernjitkan keningnja jang lebar spontan ia berusaha memberi djawaban. “Tersendat-sendat dalam bahasa Inggeris, ia melingkarkan ibu-djari dan telundjuknja. “Zero!” katanja. Continue reading